Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, mengungkapkan bahwa para pemainnya berada dalam kondisi sangat marah di ruang ganti usai ditundukkan Real Betis 1-3 dalam laga persahabatan pra-musim di Stadion Aviva, Dublin, pada Kamis (6/9) dini hari WIB. Kendati demikian, juru taktik asal Spanyol tersebut justru menyambut positif luapan emosi anak asuhnya sebagai cerminan standar tinggi yang mereka patok.
Kekalahan ini menjadi sinyal peringatan bagi sang juara bertahan Premier League. Tiga gol yang bersarang di gawang The Gunners pada babak pertama lahir dari performa lini belakang yang tidak biasa dan diwarnai serangkaian kesalahan mendasar.
Real Betis langsung mengejutkan Arsenal sejak awal babak pertama. Gol pembuka skuad asuhan Manuel Pellegrini lahir pada menit kesembilan ketika kiper Kepa Arrizabalaga melakukan kesalahan antisipasi saat mencoba memotong bola sepak pojok, membuat Rodrigo Riquelme dengan mudah menceploskan bola ke gawang yang kosong.
Baca juga: Arsenal Sepakati Transfer £75 Juta untuk Datangkan Bruno Guimarães dari Newcastle
Keunggulan klub La Liga tersebut bertambah pada menit ke-26 lewat sepakan spekulatif jarak jauh Nelson Deossa yang menghujam sudut atas gawang. Arsenal sempat memperkecil ketertinggalan melalui sundulan tajam Piero Hincapié yang memanfaatkan umpan sepak pojok Christos Tzolis.
Namun, kesalahan operan Kai Havertz di area tengah pada menit ke-43 langsung dihukum oleh Pablo Fornals untuk memastikan keunggulan 3-1 Betis sebelum jeda turun minum.
"Mereka sangat kecewa dan merasa terpukul. Mereka sangat marah, tapi ini hal yang bagus. Justru itulah yang kita butuhkan," ujar Arteta.
"Tentu saja ada hal-hal yang perlu diperbaiki dan sisi positif yang bisa dipetik dari pertandingan ini; terkadang, hasil buruk justru bagus untuk semakin membakar semangat juang."
Meskipun kecewa dengan hasil akhir, perlu diperhatikan Arsenal tampil tanpa sejumlah pilar kunci yang masih menjalani masa istirahat usai gelaran Piala Dunia, seperti Bukayo Saka, Declan Rice, Mikel Merino, David Raya, hingga Martin Zubimendi.
Arteta juga menurunkan hingga 25 pemain sepanjang pertandingan untuk memberikan menit bermain bagi kombinasi skuad utama dan pemain muda.
Baca juga: "Mourinho Ingin Saya Bahagia": Vinícius Tetap Ceria di Tengah Spekulasi Kontrak
Dengan bergulirnya musim baru Premier League yang tinggal menghitung hari, Arteta yakin kekalahan di Dublin akan menjadi pelajaran berharga bagi pasukannya untuk segera membenahi koordinasi lini pertahanan dan memperketat konsentrasi sebelum kompetisi resmi dimulai.
Namun laga itu diwarnai kabar buruk dengan pemain muda Louie Copley yang mengalami cedera lutut tak lama setelah masuk sebagai pemain pengganti, dan Arteta khawatir pemain berusia 19 tahun itu mungkin mengalami cedera serius.
"Terus terang, saya cukup khawatir terhadapnya karena mekanisme cederanya tidak terlihat bagus, begitu pula dengan gejala-gejala yang ia alami saat ini," jelas pelatih asal Spanyol tersebut.
"Jadi, kita harus menunggu hasil pemindaian besok. Semoga saja cederanya tidak parah."