Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Kapten sekaligus penjaga gawang tim nasional Italia, Gianluigi Donnarumma, mengungkapkan bahwa para pemain Gli Azzurri memilih untuk tidak membahas kegagalan menyakitkan di babak play-off Piala Dunia. Donnarumma menegaskan skuadnya kini mengalihkan fokus penuh ke pertandingan UEFA Nations League melawan Belgia di bawah arahan pelatih Roberto Mancini.
Kekecewaan mendalam masih membekas di ruang ganti Italia setelah mereka dipastikan absen dari Piala Dunia 2026 akibat kalah adu penalti dari Bosnia dan Herzegovina pada final play-off. Menjelang laga pembuka Nations League di Stadio Olimpico, Donnarumma mengakui bahwa trauma tersebut menjadi topik tabu di antara para pemain senior.
Dalam wawancara bersama Sky Sport Italia, penjaga gawang Manchester City tersebut mengonfirmasi bahwa hampir tidak ada diskusi mendalam di antara para pemain mengenai apa yang berjalan salah saat laga penentuan tersebut.
“Sebenarnya, tidak ada diskusi sama sekali di antara kami, kecuali pembicaraan singkat hari ini, karena jujur saja, rasa sakitnya masih terlalu besar untuk membuka kembali luka itu,” kata Donnarumma.
Baca juga: Sebastiano Esposito Bangga Dipanggil Timnas Italia Bersama Sang Adik
“Yang terpenting adalah menatap ke depan dan membangun tim nasional yang hebat, dan pelatih Mancini akan sangat membantu kami dalam hal itu.”
Pernyataan tersebut mencerminkan betapa beratnya beban psikologis yang dipikul para pemain senior setelah Italia harus melewatkan putaran final Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Kembalinya Roberto Mancini ke kursi kepelatihan, menggantikan Gennaro Gattuso usai kegagalan di kualifikasi Piala Dunia, diharapkan mampu membawa stabilitas dan menyuntikkan filosofi permainan yang positif.
Donnarumma menegaskan bahwa seluruh anggota tim siap mendukung penuh pendekatan taktis sang pelatih untuk mengontrol jalannya laga sejak menit awal.
“Kami sangat meyakini gaya sepak bolanya; kami ingin tampil proaktif, positif, dan agresif, serta mengendalikan permainan. Kami akan menghadapi lawan-lawan tangguh di Nations League, namun kami ingin memegang kendali dan mendominasi pertandingan,” tambahnya.
Baca juga: Presiden FIGC Malagò Ungkap Restu Donnarumma dan Perang Terbuka UEFA-FIFA
“Kami belajar dari ajang Euro dan ingin membuat para penggemar kembali mencintai Azzurri.”
Selain membangun kembali mental bertanding, era baru di bawah Mancini juga ditandai dengan masuknya sejumlah pilar muda ke dalam skuad utama. Salah satu nama yang mendapat sorotan khusus dari Donnarumma adalah gelandang muda Cagliari, Alessandro Romano, yang diproyeksikan tampil sebagai starter pada laga melawan Belgia.
Donnarumma menilai kehadiran para pemain muda memberikan energi positif yang sangat dibutuhkan oleh ruang ganti Italia. Ia menegaskan peran penting para pemain senior untuk membimbing generasi baru agar mampu melewati masa-masa sulit dan membawa Gli Azzurri kembali ke panggung utama sepak bola dunia.