Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Legenda sepak bola dunia, Zinedine Zidane, mengakui dirinya sangat emosional jelang melakoni laga debutnya sebagai pelatih Tim Nasional Prancis dalam laga pembuka UEFA Nations League menghadapi Turki di Stadion Kocaeli, Sabtu (26/9) dini hari WIB. Pertandingan ini menandai dimulainya babak baru bagi Les Bleus setelah era kepemimpinan Didier Deschamps yang berlangsung selama 14 tahun resmi berakhir.
Pria berusia 54 tahun yang membawa Prancis menjuarai Piala Dunia 1998 tersebut ditunjuk pada bulan Juli lalu. Setelah mengukir sejarah manis bersama Real Madrid dengan raihan tiga gelar Liga Champions berturut-turut, Zidane akhirnya mewujudkan impian terbesarnya untuk membesut tim nasional negaranya sendiri.
Dalam sesi konferensi pers sebelum pertandingan, Zidane tidak berusaha menyembunyikan getaran emosi yang ia rasakan.
Ia bahkan menyebut perasaan berdiri di pinggir lapangan sebagai manajer timnas terasa lebih intens dibandingkan saat ia melakoni debutnya sebagai pemain internasional tiga dekade silam.
"Mungkin terasa lebih emosional saat ini. Kejadian saat menjadi pemain sudah sangat lama berlalu, dan hari ini saya merasakan emosi yang sangat besar bisa berada di sini memimpin tim nasional Prancis,” kata Zidane.
Baca juga: Zinedine Zidane Akui Tolak Semua Klub demi Melatih Timnas Prancis
"Ini adalah langkah berikutnya setelah 14 tahun era Didier, sesuatu yang benar-benar baru dan sangat normal jika ada ekspektasi tinggi."
Meski sorotan media dan publik begitu masif tertuju padanya, mantan pemenang Ballon d'Or tersebut menegaskan bahwa fokus utama tetap berada pada para pemain di lapangan. Ia enggan menjadikan dirinya sebagai pusat perhatian utama dan bertekad membangun strategi yang berfokus pada kemenangan tim.
"Namun pemeran utamanya tetaplah para pemain. Menurut saya, Anda hanya perlu menerima bagaimana segala sesuatunya berjalan; bukan itu yang saya cari dan bukan untuk itu saya berada di sini. Saya akan berusaha menjalankan tugas bersama para pemain saya dan memastikan kami bisa memenangkan pertandingan, itulah yang menjadi fokus saya,” tegasnya.
Pengangkatan Zidane tak hanya membakar semangat publik Prancis, tetapi juga memecahkan rekor antusiasme penyiaran televisi di dalam negeri. Kehadirannya dinilai membawa aura magnetis yang mampu melindungi para pemain dari tekanan media berlebihan.
Gelandang Adrien Rabiot menilai bahwa besarnya perhatian publik terhadap Zidane justru memberikan dampak positif bagi kebebasan berekspresi para pemain di lapangan.
"Dia bersama kami sama seperti sosoknya di luar sana," tambah Rabiot.
Baca juga: ‘Seperti di Dalam Film’: Mbappé Takjub Bakal Dilatih Zidane di Timnas Prancis
"Kami sangat menyadari betapa pentingnya peran dia bagi sepak bola Prancis. Auranya membuat sosoknya begitu dominan, dan orang-orang menaruh harapan besar padanya."
Kabar baik juga menghampiri skuad Les Bleus jelang laga di Kocaeli. Sang kapten, Kylian Mbappé, dipastikan telah kembali berlatih secara normal setelah sempat terganggu masalah kesehatan di awal pekan.
Setelah melakoni ujian pertama di markas Turki, Prancis dijadwalkan terbang ke Brussels untuk menantang Belgia pada Selasa depan, sebelum melakoni dua laga kandang di Stade de France menghadapi Italia dan Belgia bulan depan.