Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Direktur Olahraga Barcelona, Deco, secara resmi menutup pintu terhadap kemungkinan untuk memburu kembali penyerang Atlético Madrid, Julián Álvarez. Penegasan ini disampaikan usai usaha keras klub Catalan tersebut pada bursa transfer musim panas berakhir dengan kekecewaan, yang secara tidak terduga justru melahirkan peran baru nan tajam bagi Raphinha sebagai penyerang tengah.
Sepanjang bursa transfer lalu, Barcelona bertekad kuat mendatangkan penyerang bernomor sembilan baru untuk menggantikan Robert Lewandowski yang memilih melanjutkan karier di Major League Soccer. Nama Álvarez menjadi prioritas utama jajaran manajemen Blaugrana, namun sikap tegas Atlético Madrid yang menolak menjual bintang asal Argentina tersebut menghentikan negosiasi di tengah jalan.
Langkah Barcelona dalam mengejar Álvarez sempat memicu hubungan panas antara kedua klub. Pimpinan Atlético Madrid bahkan melayangkan kritik terbuka terkait pendekatan yang dilakukan klub asal Katalonia tersebut.
Penolakan keras dari rival La Liga itu memaksa Deco dan pelatih Hansi Flick untuk memutar otak mencari jalan keluar internal.
Baca juga: Olmo Pertanyakan Sikap Atletico Madrid yang Enggan Jual Alvarez ke Barcelona
Tampil dalam acara Portugal Football Summit, Deco menegaskan bahwa episode perburuan Álvarez telah sepenuhnya usai dan klub tidak akan membuang energi untuk meratapi kegagalan tersebut.
"Gagasannya sejak awal adalah mendatangkan penyerang yang memiliki pergerakan bagus serta kemampuan untuk membangun kerja sama permainan dengan rekan-rekan setimnya, dan Julian adalah salah satu pemain yang memenuhi kriteria tersebut," kata Deco.
"Hal itu tidak dapat terwujud; kami sempat mengajukan penawaran... namun klubnya bersikeras tidak akan melepasnya, jadi kami harus mencari solusi lain."
"Kisah Julian sudah berlalu; kami harus menatap ke depan, dan kami merasa puas dengan situasi saat ini. Saya berharap dia juga sukses dan mampu memberikan kontribusi bagi klubnya.”
Di tengah jalan buntu perburuan juru gedor anyar, Hansi Flick mengambil keputusan eksperimental dengan menggeser posisi Raphinha.
Pemain asal Brasil yang sebelumnya terbiasa beroperasi di posisi penyerang sayap atau gelandang serang itu diplot sebagai penyerang tengah nomor sembilan.
Baca juga: Gil Marín Tegaskan Atletico Tak Akan Pernah Jual Álvarez ke Barcelona
Hasil eksperimen tersebut melampaui seluruh ekspektasi jajaran kepelatihan. Raphinha tampil sangat luar biasa dengan mengemas 14 gol dalam delapan pertandingan pertamanya di peran baru tersebut, termasuk 12 gol yang bersarang di panggung La Liga.
"Kami senang karena kami menemukan sisi baru dari Raphinha," ujar Deco. "Namun, yang lebih penting adalah dia juga merasa bahagia.
"Situasinya berbeda baginya, karena terkadang dia tidak terus-menerus menguasai bola seperti biasanya. Dia harus siap melakukan pergerakan menyerang di belakang lini pertahanan lawan.
"Kami memang berharap dia bisa tampil apik, tetapi tidak menyangka akan sebaik ini."
Deco menambahkan bahwa keberhasilan Raphinha beradaptasi membuat hadirnya amunisi anyar seperti Gabriel Jesus menjadi opsi pelengkap yang ideal dalam skema permainan tim. Kesiapan Raphinha untuk terus berkembang di posisi barunya memberi angin segar bagi Barcelona untuk tetap tampil dominan di kompetisi domestik maupun Eropa musim ini.