Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Pelatih Tim Nasional Argentina, Lionel Scaloni, mengungkapkan bahwa dirinya berjuang keras mendesak Lionel Messi agar bersedia kembali memperkuat Albiceleste untuk satu laga perpisahan. Langkah intensif ini diambil Scaloni tak lama setelah sang kapten mengumumkan pensiun dari panggung internasional, lantaran sang pelatih merasa tidak yakin apakah dirinya masih dipercaya menukangi tim nasional jika laga penghormatan tersebut ditunda.
Messi, yang memimpin Argentina merengkuh gelar Juara Dunia 2022 serta dua trofi Copa América, mengumumkan keputusan gantung sepatu dari tim nasional pada akhir Agustus lalu. Namun, berkat bujukan Scaloni dan dukungan dari Presiden Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA), Claudio Tapia, megabintang berusia 39 tahun itu menyetujui panggilan untuk melakoni penampilan pamungkas di hadapan publik sendiri pada 6 Oktober mendatang menghadapi Benin di Stadion Monumental, Buenos Aires.
Dalam sesi jumpa pers, Scaloni menegaskan bahwa pemain berstatus legenda hidup seperti Messi sangat layak mendapatkan salam perpisahan yang pantas dari rakyat Argentina selagi momentumnya masih ada.
"Saya rasa pemain seperti dia layak mendapatkan ini. Secara pribadi, saya melakukan bagian saya karena saya ingin hadir di acara perpisahannya," kata Scaloni.
Baca juga: AFA Panggil Messi untuk Laga Perpisahan Bersama Timnas Argentina
"Karena saya tidak tahu apakah saya masih akan berada di sini nantinya, kami berupaya keras agar dia bisa tampil dalam pertandingan ini. Kami tahu betul apa yang sedang ia alami, namun ia tetap menunjukkan tekad dan usaha untuk datang serta mengucapkan salam perpisahan di hadapan orang-orangnya—bersama mereka yang begitu mencintainya.
Scaloni menambahkan bahwa menunda penghormatan resmi bagi pemilik delapan gelar Ballon d'Or tersebut berisiko kehilangan momen magis yang telah terbangun dalam beberapa tahun terakhir.
"Jika kita ingin memberikan penghormatan, inilah saat yang tepat untuk melakukannya. Bersama dia, hal itu tidak akan pernah berakhir, namun di masa mendatang, mungkin keajaibannya takkan lagi sama,” tambahnya.
Desakan Scaloni untuk mempercepat laga perpisahan Messi secara tidak langsung mengisyaratkan ketidakpastian mengenai masa depannya sendiri di kursi kepelatihan Argentina.
Kontrak pelatih berusia 48 tahun itu akan berakhir pada Desember 2026, dan ia dijadwalkan segera melangsungkan pertemuan penting bersama Claudio Tapia guna membahas kelanjutan posisinya.
Baca juga: Lionel Messi Capai Kesepakatan Awal untuk Beli Klub Spanyol CD Eldense
Meskipun sukses membawa Argentina mengukir sejarah emas sejak menjabat pada 2018, Scaloni mengisyaratkan bahwa dirinya tidak menutup kemungkinan untuk mundur jika kesepakatan baru tidak tercapai.
"Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan, namun bukan berarti saya harus terus mempertahankan jabatan ini selamanya. Ada kondisi-kondisi tertentu yang perlu kami diskusikan dengan Presiden AFA, dan kita lihat saja apakah kami dapat mencapai kesepakatan,” jelasnya.
Sebagai bagian dari laga penghormatan tersebut, Messi baru-baru ini memamerkan jersei edisi khusus yang bakal dikenakannya di Stadion Monumental. Kostum tersebut menampilkan nama dan nomor punggung 10 berwarna emas menyala dengan motif khusus di bagian belakang, melambangkan perjalanan karier internasional sang kapten yang membentang selama lebih dari dua dekade.
Pertandingan melawan Benin diprediksi bakal menjadi malam yang sangat emosional bagi publik sepak bola Argentina. Scaloni tak menampik bahwa melepas sosok yang telah mendefinisikan era keemasan sepak bola negaranya akan membuat siapapun sulit membendung air mata saat peluit panjang dibunyikan.