Federasi sepak bola Wales, Serbia, dan Swedia secara resmi menarik dukungan mereka terhadap pencalonan kembali Presiden FIFA Gianni Infantino pada Senin, sementara Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) diperkirakan bakal segera mengambil langkah serupa.

Keputusan mendadak dari empat kekuatan sepak bola Eropa ini menjadi pukulan telak bagi Infantino dan memicu krisis politik terbesar sepanjang sepuluh tahun masa kepemimpinannya di Zurich. Gelombang perlawanan ini dipicu oleh kegagalan proyek komersial senilai 4,2 miliar dolar AS yang diusulkan Infantino bersama investor swasta, yang dinilai melangkahi mekanisme tata kelola dan merusak transparansi organisasi.

Gelombang Penolakan yang Kian Masif

Asosiasi Sepak Bola Wales menjadi pihak pertama yang secara resmi mencabut surat dukungannya pada Senin pagi. Dalam pernyataan resminya, pihak federasi menegaskan bahwa ketidakmampuan kepemimpinan FIFA dalam menjaga prinsip tata kelola yang baik dan menghargai pemangku kepentingan telah menghancurkan kepercayaan mereka terhadap Infantino.

"Asosiasi Sepak Bola Wales dengan ini mengkonfirmasi penarikan dukungannya untuk pencalonan Bapak Gianni Infantino, untuk pemilihan kembali sebagai Presiden FIFA untuk periode 2027 hingga 2031," bunyi pernyataan Asosiasi Sepak Bola Wales.

Baca juga: UEFA Nyatakan Hilang Kepercayaan Terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino

"Kegagalan baru-baru ini dalam tata kelola yang baik, proses, kepemimpinan, nilai-nilai, manajemen pemangku kepentingan, komunikasi, dan penilaian yang tepat telah membawa kita pada posisi di mana Bapak Infantino telah kehilangan kepercayaan FAW untuk tetap berada di pucuk pimpinan sepak bola dunia.

"Kegagalan untuk mengutamakan kepentingan terbaik sepak bola adalah kegagalan yang tidak dapat kita terima."

Langkah tersebut langsung diikuti oleh Federasi Sepak Bola Serbia yang membatalkan komitmen yang sempat mereka tanda tangani pada Mei lalu. Pihak Serbia menilai dinamika terbaru telah merusak reputasi sepak bola global, sehingga pembatalan dukungan menjadi satu-satunya tindakan yang logis.

"Asosiasi Sepak Bola Serbia telah menarik dukungannya untuk Gianni Infantino untuk masa jabatan baru sebagai Presiden FIFA," tegas Asosiasi Sepak Bola Serbia.

"Kami mengingatkan bahwa kami telah memberikan dukungan kepada Bapak Infantino pada tanggal 25 Mei tahun ini secara tertulis, tetapi setelah meninjau dengan cermat peristiwa-peristiwa yang, dalam periode terakhir, telah sangat merusak citra dan reputasi FIFA dan Presidennya, ini adalah satu-satunya keputusan yang logis dan rasional."

Baca juga: FIFA Resmi Batalkan Rencana Jual Saham Piala Dunia Usai Gelombang Protes Global

Tak lama berselang, Asosiasi Sepak Bola Swedia menyusul keputusan tersebut usai menggelar rapat dewan darurat. Swedia secara terbuka menyoroti masalah kepemimpinan dan minimnya transparansi yang terus berulang di markas besar FIFA.

"Dalam rapat dewan luar biasa pada hari Senin, SvFF telah memilih untuk tidak mendukung Presiden FIFA Gianni Infantino dalam pemilihan ulang yang akan datang," kata federasi Swedia.

"Ini setelah penilaian jangka panjang terhadap perkembangan di dalam FIFA dan kepemimpinan organisasi. Keputusan ini didasarkan pada kekurangan yang berulang dalam tata kelola, transparansi, dan manajemen, yang berarti bahwa kepercayaan pada kepemimpinan Gianni Infantino sudah tidak ada lagi."

Inggris Bersiap Mengambil Sikap

Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) kini sedang menyusun dokumen resmi untuk dikirimkan ke Zurich guna membatalkan dukungan mereka. Bergabungnya Inggris akan makin memperkuat front bersatu negara-negara Britania dan Eropa dalam menentang masa jabatan berikutnya bagi Infantino.

Baca juga: FIFA Bela Diri, Tegaskan Tak Jual Sepak Bola dan Tetap Lanjutkan Proposal

Keretakan ini tidak hanya terjadi di tingkat federasi nasional. UEFA dan CONCACAF juga telah menyatakan kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Infantino, bahkan UEFA dikabarkan telah meminta pembekuan dokumen hukum terkait proposal investasi swasta yang menjadi akar permasalahan ini.

Masa Depan Infantino di Ujung Tanduk

Bagi Infantino, yang sebelumnya melangkah tanpa hambatan berarti menuju periode berikutnya, hilangnya pilar dukungan utama dari Eropa menempatkan posisinya dalam ancaman nyata. Meskipun ia masih mengantongi basis dukungan di beberapa konfederasi lain, oposisi kuat dari Eropa membuat pencalonannya tidak lagi berjalan mulus.

Dengan batas akhir pendaftaran calon presiden yang kian mendekat menjelang kongres di Maroko, peta politik FIFA kini berubah drastis. Apa yang semula diprediksi sebagai proses re-eleksi formalitas kini berkembang menjadi perebutan kekuasaan terbuka demi arah baru tata kelola sepak bola internasional.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!