Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Kabar mengejutkan datang dari kubu Tim Nasional Polandia. Striker sekaligus kapten legendaris mereka, Robert Lewandowski, secara terbuka menyatakan bahwa ia tidak akan memperkuat tim nasional selama Michał Probierz masih menjabat sebagai pelatih kepala.
Keputusan drastis ini diumumkan oleh sang bintang pada Minggu (8/6) waktu setempat, memicu spekulasi besar mengenai masa depan tim berjuluk Biało-Czerwoni ini.
Pengumuman Lewandowski muncul setelah serangkaian peristiwa yang menimbulkan ketegangan. Puncaknya adalah pencopotan ban kapten dari lengannya, yang kini diserahkan kepada gelandang Inter Milan, Piotr Zieliński.
Lewandowski, yang telah mengenakan ban kapten selama 11 tahun dan membela timnas selama 17 tahun, mengungkapkan rasa sakit hati dan pengkhianatan atas cara komunikasi yang dilakukan Probierz.
"Saya mengenakan ban kapten selama 11 tahun, dan saya telah bermain di tim nasional selama 17 tahun," kata Lewandowski.
"Menurut saya, masalah seperti itu seharusnya ditangani secara berbeda... kami memiliki pertandingan penting di depan, dan semuanya dikomunikasikan melalui telepon. Ini bukan cara yang seharusnya. Pelatih mengkhianati kepercayaan saya."
Baca juga: Lewandowski Ungkap Kekecewaan Usai Polandia Kalah dari Portugal
Ia absen dari panggilan timnas bulan Juni ini untuk laga melawan Moldova dan Finlandia. Alasan awal yang dikemukakan adalah kelelahan fisik dan mental pasca musim panjang bersama Barcelona, serta pemulihan cedera.
Namun, pencopotan ban kapten dan cara penyampaiannya tampaknya menjadi pemicu utama. Pihak federasi sepak bola Polandia (PZPN) telah mengonfirmasi penunjukan Zieliński sebagai kapten baru, menyatakan bahwa itu adalah keputusan Michał Probierz.
"Jawaban Robert adalah bahwa ban kapten tidak berarti apa-apa dan tidak akan mengubah apa pun," kata Probierz. "Dari sudut pandangnya, itu mungkin tidak mengubah apa pun, tetapi dari sudut pandang saya, saya pikir itu banyak mengubah."
Polandia kini menghadapi tantangan besar. Kehilangan pencetak gol terbanyak sepanjang masa mereka (85 gol dari 158 penampilan) adalah pukulan telak.
Masa depan timnas Polandia, terutama di tengah kualifikasi Piala Dunia 2026, kini diselimuti ketidakpastian. Publik sepak bola Polandia berharap ada titik terang dan solusi untuk krisis yang melanda tim kebanggaan mereka.