Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Badan pengatur sepak bola dunia, FIFA, secara resmi mengonfirmasi pada Rabu malam bahwa Gianni Infantino akan tetap bertahan di kursinya sebagai Presiden FIFA.
Kepastian ini dicapai setelah berlangsungnya pertemuan krisis selama beberapa jam yang melibatkan jajaran eksekutif senior FIFA di Rabat, Maroko.
Dalam pernyataan resminya, FIFA mengungkapkan bahwa Infantino telah mengirimkan surat permohonan maaf tertulis kepada Dewan FIFA dan 211 asosiasi anggotanya atas kegagalan melakukan konsultasi mengenai rencana penjualan hak komersial Piala Dunia yang kontroversial.
Kendati demikian, otoritas sepak bola tertinggi itu menegaskan bahwa Infantino masih mempertahankan dukungan penuh dari seluruh tim kepemimpinannya.
Baca juga: PM Kanada Mark Carney Tegaskan Hilang Kepercayaan pada Gianni Infantino
Pertemuan tingkat tinggi di Maroko tersebut dihadiri langsung oleh Sekjen FIFA Mattias Grafström serta Chief Legal Officer Emilio García Silvero. Momen ini menjadi sangat krusial mengingat Grafström sebelumnya sempat melayangkan memo internal yang mengecam rangkaian peristiwa tersebut sebagai kejadian yang menyedihkan dan patut dicela.
Namun, usai pembicaraan tertutup di Rabat, kedua belah pihak sepakat untuk menampilkan front persatuan.
"Menyusul pertemuan di Rabat, Maroko, Sekretaris Jenderal FIFA dan anggota dewan manajemen FIFA yang hadir menegaskan kembali dukungan penuh mereka terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino, sebagai satu-satunya pejabat yang dipilih oleh 211 asosiasi anggota FIFA," demikian pernyataan FIFA.
Di sisi lain, Infantino menyatakan kepercayaan penuh yang setara kepada Grafström dan jajaran administrasi FIFA. FIFA juga mengakui secara terbuka bahwa proses, komunikasi, serta interaksi dalam penanganan proyek FIFA Forward Enterprise (FFE) seharusnya ditangani secara berbeda dan janji evaluasi total telah dibuat.
Baca juga: FIFA Mundur dan Minta Maaf Saat Skema Hak Komersial senilai $4,2 Miliar Hancur
Meski proyek komersial bernilai miliaran dolar tersebut telah resmi ditarik dan dibatalkan, FIFA menggunakan rilis resminya di Rabat untuk mengirimkan sinyal peringatan keras kepada para pengkritiknya. Pihak organisasi menegaskan tidak akan lagi memaklumi atau mentolerir serangan balasan yang mengincar integritas, tata kelola, maupun nama baik FIFA.
Pernyataan ini muncul di tengah tekanan politik yang kian memuncak dari Eropa dan Amerika Utara. UEFA dikabarkan terus menggalang dukungan untuk mencari kandidat tandingan yang akan menantang Infantino dalam kongres pemilihan Presiden FIFA berikutnya yang dijadwalkan berlangsung pada Maret mendatang di tempat yang sama, Rabat.
Seakan menegaskan bahwa roda kepemimpinannya terus berputar tanpa gangguan, Infantino dijadwalkan langsung bertolak ke Kolombia pada hari Kamis. Sang Presiden FIFA direncanakan menghadiri acara pelantikan Presiden baru Kolombia, Abelardo de la Espriella, di kota Cali.
Baca juga: Arsène Wenger Buka Suara Usai Kegagalan Proyek Penjualan Hak Piala Dunia
Langkah bertahan Infantino menunjukkan kepiawaian politiknya dalam memanfaatkan basis dukungan dari federasi anggota di Afrika, Asia, dan Amerika Selatan. Bagi Infantino, legitimasi kepemimpinannya berakar pada suara 211 federasi anggota, bukan pada desakan para pengkritik dari benua Eropa atau pernyataan politisi barat.
Kendati berhasil membendung kehancuran politik dalam jangka pendek di Rabat, Infantino kini menghadapi tugas berat untuk merajut kembali keretakan hubungan dengan federasi-federasi berpengaruh di UEFA dan CONCACAF demi memulihkan kepercayaan publik sepak bola global.