Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA) secara resmi mengonfirmasi bahwa Hajime Moriyasu akan tetap menjabat sebagai pelatih kepala Samurai Blue hingga berakhirnya ajang Piala Asia AFC 2027 di Arab Saudi. Setelah turnamen tersebut usai, pelatih tim nasional U-21 Go Oiwa bakal langsung mengambil alih posisi pelatih kepala tim senior.  

Pengumuman ini memberikan kepastian struktur dan peta masa depan sepak bola Jepang, sekaligus memberi Moriyasu kesempatan terakhir untuk mempersembahkan trofi tingkat benua sebelum secara bertahap menyerahkan tongkat estafet ke generasi berikutnya menyongsong Piala Dunia FIFA 2030.

Babak Terakhir Kepemimpinan Moriyasu

Meskipun Jepang harus tersingkir secara menyakitkan di babak 32 besar Piala Dunia 2026 akibat gol penentu kemenangan Brasil pada menit ke-95, JFA memilih untuk menjaga stabilitas dalam jangka pendek.  

Baca juga: Moriyasu Andalkan Semangat Kolektif Jepang Jelang Duel Akbar Kontra Brasil

Moriyasu yang kini berusia 57 tahun mencatatkan namanya sebagai pelatih terlama dalam sejarah sepak bola Jepang. Sejak mulai menangani tim senior seusai Piala Dunia 2018, ia telah mendampingi Samurai Blue dalam lebih dari 100 pertandingan internasional.  

Pernyataan resmi JFA menegaskan bahwa Hajime Moriyasu akan terus memimpin Samurai Blue hingga akhir turnamen Piala Asia AFC 2027 di Arab Saudi. Setelah kompetisi berakhir, pelatih tim U-21 Go Oiwa akan naik tingkat menjadi pelatih tim senior sekaligus menjalankan tugas menangani skuad Olimpiade.  

Setelah menjadi runner-up pada edisi 2019 dan terhenti di babak perempat final pada 2023, target utama Moriyasu di masa penutup jabatannya sudah sangat jelas, yaitu mengantarkan Jepang meraih gelar juara Piala Asia kelima sepanjang sejarah.

"Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA) telah memutuskan bahwa Hajime Moriyasu akan terus menjabat sebagai manajer Samurai Blue (tim nasional Jepang),” tulis JFA dalam pernyataannya.

"Moriyasu akan tetap bertanggung jawab hingga akhir turnamen Piala Asia AFC Arab Saudi 2027.”

Peran Penting Go Oiwa dan Tugas Ganda

Penunjukan Go Oiwa yang saat ini berusia 54 tahun merupakan bagian dari rencana suksesi terstruktur dari federasi.  

Oiwa memiliki rekam jejak kepelatihan yang mengesankan di tingkat klub maupun tim nasional kelompok umur. Di level klub, ia berhasil membawa Kashima Antlers menjuarai Liga Champions AFC pada tahun 2018. Di level internasional, ia mengantarkan skuad muda Jepang meraih gelar juara Piala Asia U-23 secara berturut-turut serta menembus babak perempat final Olimpiade Paris 2024.  

Baca juga: Brasil 2-1 Jepang: Comeback Dramatis Lewat Gol Menit Akhir Martinelli

Mulai Maret 2027, Oiwa akan memikul tanggung jawab penuh memimpin tim senior dalam babak kualifikasi Piala Dunia 2030, sembari tetap mengawal tim Olimpiade Jepang menuju ajang Olimpiade Los Angeles 2028.  

"Setelah turnamen tersebut, pelatih tim nasional U-21 Jepang, Go Oiwa, akan mengambil alih sebagai pelatih Samurai Blue, yang menargetkan Piala Dunia FIFA 2030, sambil secara bersamaan melanjutkan perannya sebagai pelatih tim nasional U-21 Jepang, yang menargetkan Olimpiade Los Angeles 2028,” lanjut JFA.

Keberlanjutan Menuju 2030

Dengan penetapan jadwal perpisahan Moriyasu dan kepastian promosi Oiwa, JFA berhasil mengamankan masa transisi tanpa gejolak pasca-Piala Dunia. 

Pengalaman Oiwa yang luas dalam membina pemain muda generasi baru memastikan bahwa transisi dari ambisi Piala Asia 2027 menuju panggung dunia 2030 akan berjalan secara berkelanjutan di atas fondasi taktis yang solid.  

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!