Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Era baru resmi dimulai di St. James’ Park. Newcastle United secara resmi mengumumkan penunjukan juru taktik asal Jerman, Matthias Jaissle, sebagai pelatih kepala baru mereka pada Rabu (6/8). Pelatih berusia 38 tahun tersebut diikat dengan kontrak berdurasi empat tahun yang akan menyatukannya dengan The Magpies hingga Juni 2030.
Penunjukan Jaissle dilakukan untuk mengisi kekosongan kursi kepelatihan setelah Eddie Howe mendadak mengundurkan diri minggu lalu, yang mengakhiri masa baktinya selama hampir lima tahun di Tyneside. Manajemen Newcastle bergerak cepat melalui proses perekrutan yang ketat sebelum akhirnya memilih Jaissle sebagai sosok ideal untuk memimpin proyek jangka panjang klub.
Meski tergolong berusia muda untuk ukuran pelatih level teratas, Jaissle datang dengan rekam jejak yang mengesankan. Nama Jaissle pertama kali mencuri perhatian dunia saat membesut Red Bull Salzburg di usia 33 tahun, di mana ia mempersembahkan gelar ganda domestik di musim perdananya serta membawa klub Austria tersebut menembus fase gugur Liga Champions.
Baca juga: Arsenal Sepakati Transfer £75 Juta untuk Datangkan Bruno Guimarães dari Newcastle
Keberhasilannya berlanjut saat merantau ke Timur Tengah bersama Al-Ahli. Di sana, Jaissle berhasil mentransformasi klub Liga Pro Arab Saudi tersebut menjadi kekuatan dominan di benua Asia dengan merengkuh dua gelar AFC Champions League secara berturut-turut.
Filosofi permainan Jaissle yang mengusung sepak bola berintensitas tinggi, heavy-pressing, serta fokus kuat pada pengembangan pemain muda dinilai sangat selaras dengan visi olahraga yang diusung oleh manajemen Newcastle.
Jaissle telah bergabung dengan skuad Newcastle di kamp pelatihan pra-musim mereka di La Manga, Spanyol, untuk segera memulai masa baktinya. Namun, tugas berat sudah menanti pelatih kelahiran Nürtingen tersebut. Ia mengambil alih kemudi tim hanya dua minggu sebelum bergulirnya musim baru Premier League.
Tantangan semakin berat lantaran Newcastle baru saja kehilangan sejumlah pilar utama mereka di bursa transfer musim panas ini, termasuk kepergian sang kapten Bruno Guimarães ke Arsenal senilai £75 juta. Meski demikian, Jaissle menegaskan kesiapannya untuk menghadapi dinamika tersebut dan membangun tim yang solid.
Baca juga: Newcastle United Resmi Amankan Lukas Hornicek Senilai £25,7 Juta dari Braga
Kepergian Guimaraes menjadi kepindahan bintang Newcastle lainnya pada musim panas ini, setelah kehilangan Anthony Gordon ke Barcelona seharga €80 juta serta gelandang Sandro Tonali ke Tottenham Hotspur dalam kesepakatan senilai £100 juta.
“Merupakan suatu kehormatan luar biasa bisa menjadi pelatih kepala Newcastle United. Ini adalah salah satu klub terbesar dalam sepak bola Eropa, dengan sejarah, identitas, dan basis pendukung yang unik, dan saya sangat antusias untuk merasakan langsung semangat serta ikatan tersebut,” kata Jaissle.
“Ketika Newcastle United datang memanggil, Anda pasti akan menaruh perhatian. Ambisi klub, visi masa depan, dan peluang yang ada di depan mata menjadikan tempat ini sangat menarik. Saya telah mengikuti perjalanan klub ini dengan saksama dalam beberapa tahun terakhir, dan kemajuan yang telah dicapai terlihat jelas bagi semua orang.”
Jajaran direksi klub, termasuk CEO David Hopkinson dan Direktur Olahraga Ross Wilson, menyatakan keyakinan penuh bahwa kepemimpinan serta gaya permainan progresif Jaissle akan membawa Newcastle melangkah lebih jauh di panggung domestik maupun Eropa.