Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Lautan warna merah dan hitam menyelimuti Kota Milan pada Selasa saat ribuan suporter, mantan rekan setim, hingga rival abadi berkumpul di Basilica Sant'Ambrogio untuk memberikan penghormatan terakhir kepada bek legendaris AC Milan dan Timnas Italia, Franco Baresi.
Sosok kapten ikonik tersebut tutup usia pada usia 66 tahun setelah berjuang melawan penyakit paru-paru, meninggalkan warisan tak ternilai sebagai salah satu pemain bertahan terbaik dan paling dihormati dalam sejarah sepak bola dunia. Spanduk raksasa bertuliskan "Ciao capitano" (Selamat jalan, Kapten) terbentang anggun di pelataran gereja, diiringi kibaran bendera Rossoneri bergambar nomor punggung 6 yang telah dipensiunkan secara abadi.
Prosesi pemakaman tersebut dihadiri oleh jajaran tokoh besar sepak bola dari berbagai generasi. Mantan rekan setim seperti Marco van Basten, Roberto Donadoni, Demetrio Albertini, Massimo Ambrosini, dan Alessandro Costacurta bertindak sebagai pengusung peti jenazah menuju dalam basilika.
Baca juga: Baresi Tak Jadikan Gattuso Kambing Hitam di Tengah Krisis Italia
Rekan duet terbaiknya di lini belakang, Paolo Maldini, hadir bersama mantan pelatih Fabio Capello, serta nama-nama besar lain seperti Roberto Baggio, Daniele Massaro, Dejan Savićević, dan Clarence Seedorf.
Rasa hormat yang mendalam kepada Baresi juga ditunjukkan oleh para rival bebuyutan. Perwakilan dari Inter Milan, AS Roma, Real Madrid, hingga petinggi FIFA turut mengirimkan karangan bunga dan hadir langsung memberikan penghormatan. Sejumlah pemain tim utama AC Milan yang tidak mengikuti tur pra-musim, termasuk penyerang asal Amerika Serikat Christian Pulisic, juga tampak hadir di tengah kerumunan pelayat.
Baresi mendedikasikan seluruh 20 tahun karier profesionalnya hanya untuk satu klub, AC Milan. Ia mencatatkan 719 penampilan resmi dan menjabat sebagai kapten tim selama 15 musim berturut-turut. Di bawah kepemimpinannya, Milan meraih berbagai trofi utama, termasuk enam gelar Serie A dan tiga trofi Liga Champions UEFA. Bersama Timnas Italia, ia mengantongi 81 penampilan dan menjadi bagian dari skuad yang menjuarai Piala Dunia 1982 di Spanyol.
Baca juga: Roberto Mancini Sampaikan Permohonan Maaf Usai Kembali Menukangi Timnas Italia
Ketika Baresi menggantung sepatunya pada tahun 1997, AC Milan memensiunkan nomor punggung 6 sebagai bentuk penghormatan, sebuah langkah langka dalam sejarah sepak bola Italia.
Saat iring-iringan jenazah meninggalkan Piazza Sant'Ambrogio diiringi tepuk tangan membahana selama lebih dari enam menit, chant "Un capitano, c'e solo un capitano" bergema keras, memastikan nama Franco Baresi terpatri selamanya dalam sanubari pencinta sepak bola.