Ganas Saat Bungkam Como, Dumfries: Ini Musim yang Sulit, Tapi Inter Belum Selesai
Bek sayap Inter Milan, Denzel Dumfries, menjadi pahlawan tak terduga dalam drama tujuh gol yang mendebarkan di Stadio Giuseppe Sinigaglia. Setelah mencetak dua gol krusial untuk membantu Inter menang 4-3 atas Como, pemain asal Belanda tersebut membuka suara mengenai perjuangan pribadinya melewati musim yang penuh rintangan.
Kemenangan ini membawa Nerazzurri semakin kokoh di puncak klasemen Serie A, memperlebar jarak menjadi sembilan poin dari Napoli dengan hanya enam laga tersisa. Namun, bagi Dumfries, malam di tepi Danau Como itu lebih dari sekadar tiga poin, itu adalah momen pembuktian diri.
Penentu Kemenangan
Inter sempat tertinggal 2-0 di babak pertama sebelum Marcus Thuram menyamakan kedudukan lewat dua gol kilat. Di sinilah panggung menjadi milik Dumfries. Pemain bernomor punggung 2 itu membawa Inter berbalik unggul 3-2 melalui sundulan maut memanfaatkan skema bola mati, sebelum kemudian mencetak gol keempat Inter, yang terbukti menjadi gol kemenangan, pada menit ke-72.
Baca juga: Inter Menang Comeback 4-3 atas Como, Scudetto Makin Dekat
Meskipun Como sempat memperkecil ketertinggalan lewat penalti di menit-menit akhir, dua gol Dumfries memastikan Inter pulang dengan poin penuh dalam salah satu pertandingan paling menghibur di musim 2025-26 ini.
Pengakuan Jujur Sang Wing-back
Usai peluit panjang, Dumfries tampak emosional. Ia tidak menampik bahwa penampilannya musim ini sempat menurun akibat masalah kebugaran yang berlarut-larut.
“Permainan yang luar biasa dari kami,” kata Dumfries, dikutip dari Sempreinter. “Kemenangan yang sangat penting, tetapi kami masih harus memenangkan pertandingan yang tersisa. Saat jeda, kami marah karena kami perlu bermain lebih baik, dan pelatih juga memberi tahu kami apa yang harus kami ubah.
“Setelah tahun lalu yang sulit, ada rasa lapar yang besar. Untuk pertandingan mendatang, kami perlu bermain dengan kekuatan penuh. Saya tidak khawatir, kami akan terus maju.”
Dumfries sempat absen dalam beberapa periode penting musim ini karena masalah pergelangan kaki, yang memicu spekulasi mengenai masa depannya di San Siro. Namun, performa heroiknya malam ini seolah membungkam para pengkritik.
Baca juga: Chivu Ungkap Rahasia Inter Permalukan AS Roma
Satu Langkah Menuju Scudetto
Kemenangan ini menempatkan satu tangan Inter pada trofi Scudetto. Dengan keunggulan poin yang signifikan, Inter bisa mengunci gelar juara dalam beberapa pekan ke depan jika konsistensi ini terjaga.
“Kami tahu betapa kuatnya kami, kami memiliki banyak pemain yang telah berada di sini selama bertahun-tahun. Terlebih lagi, kami tidak melihat orang lain; kami harus terus seperti ini, bekerja keras dan menunjukkan di setiap pertandingan bahwa kami kuat,” tambahnya.
“Kami sangat bangga dengan kebangkitan yang kami lakukan.”
Bagi pelatih interim Cristian Chivu, kembalinya performa terbaik Dumfries adalah berkah di saat-saat krusial. Dengan tenaga tambahan dari sisi sayap kanan, Inter kini menatap garis finis dengan kepercayaan diri tinggi untuk merayakan bintang kedua di atas logo mereka.