Chelsea resmi mencatatkan sejarah kelam di luar lapangan setelah melaporkan kerugian sebelum pajak sebesar 262,4 juta poundsterling (sekitar Rp5,9 triliun) untuk musim 2024-25. Angka ini menjadi kerugian tahunan terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah sepak bola Inggris, melampaui rekor sebelumnya sebesar 194,9 juta poundsterling yang diderita Manchester City pada musim 2010-11.

Laporan keuangan yang dirilis pada Rabu ini menunjukkan kontras yang tajam dibandingkan musim sebelumnya, di mana klub sempat membukukan keuntungan sebesar 128,4 juta poundsterling. Namun, keuntungan tahun lalu tersebut sangat dipengaruhi oleh faktor internal, yakni penjualan tim wanita Chelsea ke Blueco Midco, perusahaan induk yang juga menaungi klub tersebut.

Lonjakan Biaya Operasional

Pihak klub mengaitkan defisit besar ini dengan kenaikan biaya operasional yang signifikan sepanjang kampanye 2024-25. Selain itu, kebijakan transfer agresif di bawah kepemimpinan Todd Boehly dan Clearlake Capital mulai memberikan dampak beban finansial yang nyata pada pembukuan klub.

Baca juga: Cucurella Kritik Strategi Transfer Chelsea Prioritaskan Pemain Muda

Meskipun pengeluaran membengkak, Chelsea sebenarnya mencatatkan pendapatan sebesar 490,9 juta poundsterling, tertinggi kedua dalam sejarah klub. Pendapatan ini didorong oleh kesuksesan tim pria memenangkan UEFA Conference League dan partisipasi mereka di ajang Piala Dunia Antarklub FIFA yang baru. 

Namun, pemasukan tersebut tetap tidak mampu menutupi beban gaji pemain dan biaya amortisasi dari rentetan transfer pemain bintang dalam beberapa jendela transfer terakhir.

Kepatuhan terhadap Aturan Finansial (PSR)

Terlepas dari angka kerugian yang fantastis, manajemen Chelsea tetap percaya diri bahwa mereka berada dalam koridor peraturan Profitability and Sustainability Rules (PSR) Premier League. 

Berdasarkan aturan tersebut, klub diizinkan mengalami kerugian maksimal 105 juta poundsterling dalam periode tiga tahun, dengan catatan pengeluaran tertentu, seperti untuk akademi, infrastruktur, dan tim wanita, dapat dikurangkan dari penghitungan kerugian resmi.

Bayang-Bayang Sanksi Masa Lalu

Selain beban operasional saat ini, Chelsea juga memiliki denda sebesar 10,75 juta poundsterling yang baru-baru ini dibayarkan kepada Premier League. 

Baca juga: Chelsea Dijatuhi Denda Rp242 Miliar dan Larangan Transfer Akademi

Denda tersebut berkaitan dengan pengungkapan informasi keuangan yang tidak lengkap selama era kepemilikan Roman Abramovich, yang dilaporkan sendiri oleh pemilik baru sebagai bagian dari upaya transparansi.

Meskipun berhasil menghindari pengurangan poin musim ini, beban finansial yang mencetak rekor ini akan memaksa Chelsea untuk lebih kreatif dalam menyeimbangkan neraca keuangan mereka pada bursa transfer musim panas mendatang, terutama dengan target kembali ke Liga Champions yang menjadi keharusan secara ekonomi.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!