Legenda abadi AC Milan dan ItaliaFranco Baresi, akhirnya angkat bicara mengenai kegagalan tragis Azzurri melaju ke Piala Dunia 2026. Dalam sebuah wawancara emosional dengan Adnkronos, Baresi menyerukan agar seluruh elemen sepak bola Italia merefleksi diri sendiri dan mea culpa kolektif, alih-alih hanya mencari kambing hitam tunggal.

Komentar ini muncul di tengah gelombang kritik yang menghantam pelatih kepala Gennaro Gattuso setelah Italia disingkirkan Bosnia dan Herzegovina lewat adu penalti di Zenica. Sementara banyak pihak menuntut kepala sang pelatih, Baresi justru tampil sebagai pembela utama bagi sesama pemain AC Milan tersebut.

Kegagalan Sistemik

Bagi Baresi, absennya Italia untuk ketiga kalinya berturut-turut di ajang Piala Dunia adalah cerminan dari masalah yang jauh lebih dalam daripada sekadar hasil satu pertandingan. 

Ia menekankan bahwa keberhasilan menjuarai Euro 2020 hanyalah sebuah pengecualian dalam tren penurunan yang sudah berlangsung selama 20 tahun.

Baca juga: Fabio Capello Tuntut Revolusi Total Setelah Italia Gagal Lolos Piala Dunia

"Kemarin ada beberapa insiden yang memengaruhi pertandingan secara negatif bagi tim kita," ujar Baresi, merujuk pada kartu merah Alessandro Bastoni yang memaksa Italia bermain dengan 10 orang hampir sepanjang laga. 

"Namun, Italia tidak boleh terus-menerus sampai pada tahap di mana kita harus memperjuangkan kualifikasi di saat-saat terakhir."

"Seluruh sistem sepak bola Italia harus melakukan mea culpa. Hasil selama dua puluh tahun terakhir sudah terpampang nyata untuk dilihat semua orang. Kita tidak bisa lagi menutup mata," tambahnya dengan tegas.

Pembelaan untuk Gennaro Gattuso

Meskipun memberikan penilaian keras terhadap sistem secara keseluruhan, Baresi sangat protektif terhadap posisi Gennaro Gattuso. 

Ia berpendapat bahwa Gattuso telah memberikan segalanya dalam waktu singkat sejak menggantikan Luciano Spalletti musim panas lalu.

“Dalam beberapa bulan ini dia telah memberikan segalanya, jiwanya, dan menurut pendapat saya dia juga telah melakukan pekerjaan yang baik dengan sedikit waktu yang tersedia,” tambahnya. 

“Sayangnya itu tidak cukup. Bukan hak saya untuk mengatakan apakah dia harus melanjutkan, tetapi dia jelas termasuk yang paling tidak bertanggung jawab atas kekalahan ini.”

Baca juga: Italia Gagal Tembus Tiga Piala Dunia, Gravina Ogah Mundur Sebagai Presiden FIGC

Tekanan Pengunduran Diri di FIGC

Seruan Baresi untuk pertanggungjawaban kolektif sejalan dengan meningkatnya tekanan terhadap kepemimpinan FIGC. 

Saat ini, laporan dari berbagai sumber di Italia menyebutkan bahwa Presiden FIGC Gabriele Gravina dan kepala delegasi Gianluigi Buffon kemungkinan besar akan segera mengundurkan diri bersama Gattuso.

Komentar Baresi ini menambah bobot perdebatan nasional tentang masa depan sepak bola Italia. Dengan para legenda seperti Baresi dan Fabio Capello yang kini menuntut reformasi total, publik Italia berharap bahwa kegagalan di Zenica akan menjadi titik balik terakhir bagi kebangkitan kembali sang raksasa yang tengah tertidur lelap.

Bagi Baresi, pesannya jelas: jangan hanya memecat pelatih, tapi perbaikilah fondasi rumah yang sudah lama retak ini.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!