Marquinhos Ungkap Alasan Hibur Gabriel Usai Final Liga Champions
Momen menyentuh terjadi di tengah euforia pesta juara Paris Saint-Germain (PSG) di Puskás Aréna, Sabtu (30/5) lalu. Saat rekan-rekan setimnya berlari merayakan keberhasilan mempertahankan gelar Liga Champions, kapten PSG, Marquinhos, justru melakukan hal yang berbeda: ia berlari melintasi lapangan untuk merangkul bek Arsenal, Gabriel Magalhães, yang tampak hancur setelah gagal mengeksekusi penalti krusial.
Dalam drama adu penalti yang berakhir 4-3 bagi kemenangan PSG, eksekusi Gabriel yang melambung di atas mistar gawang menjadi penentu nasib The Gunners. Kegagalan tersebut memastikan Arsenal harus menunda mimpi mereka meraih trofi Eropa untuk pertama kalinya.
Empati Sang Veteran
Berbicara dari kamp latihan tim nasional Brasil, Marquinhos akhirnya buka suara mengenai alasannya memprioritaskan dukungan kepada rekan senegaranya tersebut dibandingkan langsung bergabung dengan perayaan timnya.
"Saya sudah siap untuk merayakan," kata Marquinhos. "Tetapi saat saya mulai berlari menuju rekan-rekan setim saya, saya melihat Gabriel berdiri di depan saya sementara tim saya berlari melewatinya. Itu mengingatkan saya pada saat saya gagal mengeksekusi penalti di Piala Dunia.
Baca juga: PSG Pertahankan Gelar Liga Champions usai Kalahkan Arsenal Lewat Adu Penalti
"Pada saat itu, saya memikirkan rekan setim saya dan merasakan empati atas apa yang dia alami. Saya tahu beratnya tanggung jawab itu dan bagaimana rasanya berada dalam situasi itu."
Bek veteran itu menjelaskan bahwa ia merasa terpanggil untuk mengingatkan Gabriel bahwa satu momen di titik penalti tidak akan pernah bisa menghapus performa luar biasa yang ia tunjukkan sepanjang musim ini.
"Itu bagian dari karier kami," tambah Marquinhos. "Seiring waktu, seiring berjalannya hari, pertandingan, dan momen, Anda belajar untuk memprosesnya dengan lebih baik, dan bekas luka itu bisa menjadi motivasi untuk terus bekerja.
"Tetapi pada saat itu, sangat sulit. Saya tidak tahu seberapa signifikan momen itu baginya, tetapi bagi saya, itu benar-benar sulit.
"Sama seperti saya ingin menerima pelukan pada saat itu, saya menghentikan selebrasi saya selama beberapa menit untuk menghampirinya dan memeluknya."
Pesan untuk Rekan Senegara
Marquinhos mengungkapkan bahwa ia berbisik kepada Gabriel agar tetap percaya diri dan bangga dengan segala pencapaiannya bersama Arsenal. Bagi Marquinhos, sosok Gabriel adalah salah satu bek terbaik di dunia saat ini, dan satu kesalahan teknis dalam drama adu penalti tidak boleh menjadi definisi bagi kariernya.
“Menurut saya, dia adalah bek terbaik di dunia musim ini, dan dia tidak pantas memikul beban itu,” ucapnya.
"Saat mendapat penalti, Anda ingin mencetak gol, Anda ingin melakukan yang terbaik, dan terkadang itu tidak terjadi.
Baca juga: Arsenal Siap Tingkatkan Skuad dan Prioritaskan Kontrak Baru Arteta
"Tidak ada yang bisa menghapus musim luar biasa yang telah dia lalui, dan kami akan membutuhkannya di sini. Itulah kata-kata saya kepadanya agar tetap kuat dan tetap tegar."
Gestur sportif sang kapten PSG ini menuai banyak pujian dari berbagai pihak. Di tengah kerasnya persaingan di level tertinggi Eropa, tindakan Marquinhos menjadi pengingat bahwa di balik rivalitas klub, rasa hormat dan empati antar sesama pemain tetap menjadi nilai tertinggi dalam olahraga ini.
Kini, kedua bek tangguh tersebut harus segera melupakan kekecewaan dan euforia di Budapest. Fokus mereka kini sepenuhnya beralih ke tim nasional Brasil untuk menghadapi tantangan besar yang menanti di depan mata musim panas ini.