Thomas Tuchel mengeluarkan peringatan keras bagi skuad Inggris setelah kekalahan memalukan 1-0 dari Jepang di Wembley tadi malam. Sang manajer mengakui bahwa meskipun timnya secara teori bisa meraih kesuksesan tanpa Harry Kane, memenangkan pertandingan di level tertinggi terasa jauh lebih sulit tanpa kehadiran sang kapten dan juru gedor utama tersebut.

Kane terpaksa absen dalam laga uji coba terakhir di kandang sebelum Piala Dunia 2026 akibat cedera kaki ringan yang dialaminya saat latihan sehari sebelumnya. Tanpa kehadirannya, lini depan the Three Lions tampil tumpul dan tidak bergairah, memicu cemoohan dari publik Wembley saat peluit panjang dibunyikan.

Kehilangan Sosok yang Tak Tergantikan

Usai laga, Tuchel tidak menutupi rasa frustrasinya atas kurangnya kreativitas timnya. Ia bahkan membandingkan pengaruh Kane bagi tim nasional Inggris setara dengan peran Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo bagi negara mereka masing-masing.

"Tanpa Harry Kane, kami tidak memiliki ancaman yang sama, Bayern Munich tanpa Harry Kane tidak memiliki ancaman yang sama, tidak ada tim di dunia yang memiliki ancaman yang sama, itu wajar," kata Tuchel.

Baca juga: Tuchel Bela Pemain Terkait Gelombang Pengunduran Diri dari Skuad Inggris

"Tim-tim papan atas bergantung pada pemain-pemain papan atas dan negara-negara papan atas bergantung pada pemain-pemain papan atas, itu benar-benar normal.

"Harry absen sehingga kami kehilangan bukan hanya dia sebagai pemain, kami kehilangan dia sebagai pribadi; selalu agak mengganggu jika kapten meninggalkan latihan terakhir setelah 15 menit dan keluar dari skuad."

Eksperimen Tuchel dengan menempatkan Phil Foden dan Cole Palmer di garis terdepan gagal total melawan organisasi pertahanan Jepang yang disiplin. 

Inggris mendominasi penguasaan bola namun gagal mencatatkan satu pun gol, sebuah statistik yang mengkhawatirkan mengingat turnamen besar hanya tinggal hitungan bulan.

Krisis Kepemimpinan di Ruang Ganti

Selain Kane, Inggris juga tampil tanpa sejumlah pilar utama lainnya seperti Declan Rice, Jude Bellingham, Bukayo Saka, dan John Stones karena berbagai masalah kebugaran. 

Tuchel menyoroti bahwa absennya para pemain ini secara bersamaan telah mengikis struktur kepemimpinan tim.

"Hal itu memengaruhi kami karena itu hal yang normal, mereka adalah pemain yang membawa kualitas, membawa momentum di pundak mereka," ujar Tuchel.

"Kami bisa memenangkan pertandingan tanpa Harry, kami akan menang tanpa Harry, kami telah menang tanpa Harry, tetapi lebih mudah memenangkan pertandingan dengan Harry."

Kekalahan dari Jepang, yang menjadi kemenangan pertama tim Asia atas Inggris di level senior, memberikan tantangan hebat bagi Tuchel. 

Ia mengakui bahwa performa ini memberikan kejelasan mengenai siapa saja yang pantas masuk dalam daftar 26 pemain final untuk Piala Dunia, sekaligus mengisyaratkan bahwa beberapa pemain bintang mungkin telah menyia-nyiakan kesempatan terakhir mereka untuk unjuk gigi.

Baca juga: Delapan Pemain Tinggalkan Kamp Inggris Jelang Hadapi Jepang

Menuju Piala Dunia

Dengan berakhirnya jeda internasional terakhir ini, Tuchel kini hanya bisa memantau perkembangan pemainnya melalui layar kaca hingga akhir musim liga. Ia mengakui perasaan cemas menyelimuti dirinya setiap kali melihat pertandingan klub.

"Akan terasa menakutkan menonton televisi di akhir pekan nanti," katanya. "Mulai sekarang, setiap cedera otot kecil bisa berarti seorang pemain akan melewatkan Piala Dunia. Saya hanya berharap mereka semua tetap sehat dan siap saat kami berkumpul kembali di akhir Mei."

Inggris dijadwalkan akan mengumumkan skuad final mereka pada 30 Mei 2026, sebelum bertolak menuju Amerika Utara untuk memulai misi ambisius mereka mengakhiri dahaga trofi sejak 1966.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!