Koubek Akui Korea Selatan Pantas Menang Lawan Ceko
Republik Ceko harus menelan pil pahit di laga pembuka Grup A Piala Dunia 2026 setelah takluk 2-1 dari Korea Selatan di Estadio Guadalajara. Meski sempat unggul lebih dulu, skuad asuhan Miroslav Koubek gagal mempertahankan posisi akibat lini serang yang kurang tajam dan kebobolan dua gol di babak kedua.
Usai laga, Koubek secara ksatria mengakui keunggulan lawan dan tidak mencari-cari alasan. Pelatih berusia 74 tahun tersebut memuji kerja keras anak asuhnya, namun menegaskan bahwa Ceko wajib menambah daya gedor dan kreativitas di lini depan jika ingin terus bertahan di turnamen ini.
Drama Dua Babak di Guadalajara
Setelah babak pertama berjalan alot dan tanpa gol, tensi pertandingan meningkat drastis usai turun minum.
Republik Ceko berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-59 lewat skema bola mati yang menjadi andalan mereka. Berawal dari lemparan ke dalam yang memicu kemelut di kotak penalti Korea, sang kapten Ladislav Krejčí sukses menyundul bola merobek jala Kim Seung-gyu.
Baca juga: Korea Selatan Menang Comeback 2-1 atas Ceko
Kembali dari bola mati, Ceko bahkan nyaris menggandakan keunggulan pada menit ke-77 lewat sundulan Tomáš Souček, namun hakim garis lebih dulu mengangkat bendera pertanda offside. Sial bagi Ceko, momentum pertandingan justru berbalik total setelah momen tersebut.
Hanya berselang beberapa menit, bintang Feyenoord, Hwang In-beom, menyamakan kedudukan lewat aksi individu ciamik sebelum mengecoh kiper Ceko. Petaka bagi Ceko akhirnya datang di menit ke-80 ketika pemain pengganti, Oh Hyeon-gyu, menyambar umpan silang rendah untuk mengunci kemenangan comeback bagi skuad Taegeuk Warriors.
"Kami memang melakukan beberapa kesalahan tetapi juga menciptakan peluang. Lawan kami sangat cepat," kata Koubek. "Tim yang lebih baik menang.
Puji Kerja Keras, Tuntut Ketajaman Lini Depan
Meski kecewa karena kena comeback, Koubek tetap pasang badan untuk melindungi para pemainnya dari kritik tajam. Ia mengapresiasi determinasi fisik yang ditunjukkan skuadnya di tengah cuaca panas Meksiko.
Kendati demikian, pelatih veteran ini juga bersikap jujur mengenai kelemahan taktis timnya, terutama kurangnya kreativitas di sepertiga akhir lapangan. Striker andalan Patrik Schick dibuat terisolasi oleh tiga bek tengah Korea yang disiplin, hingga akhirnya ia dan Pavel Šulc harus ditarik keluar di babak kedua.
"Kami harus berjuang dan kami melakukannya," tambahnya. "Sekarang kita perlu melangkah maju. Kita perlu lebih menyerang dan kreatif di 30 meter terakhir. Dalam hal serangan, kita masih perlu meningkatkan diri."
Baca juga: Hong Mentalitas Kesatuan Tim Korsel usai Menang Comeback atas Ceko
Menatap Laga Berikutnya
Jalan menuju babak gugur dipastikan akan semakin terjal bagi Ceko, yang baru kembali tampil di panggung Piala Dunia sejak 2006. Dengan Meksiko yang saat ini memimpin Grup A usai melibas Afrika Selatan 2-0, tekanan besar kini beralih ke laga krusial berikutnya di Atlanta pada 18 Juni saat melawan Afrika Selatan.
Jika Republik Ceko ingin menghindari angkat koper lebih cepat, Koubek tahu betul bahwa semangat juang saja tidak akan cukup. Sang mentor veteran telah memberikan tantangan terbuka: kini saatnya para penyerang bintangnya menunjukkan taji mereka di lapangan.
"Kita akan menghadapi lawan yang sulit dan kita baru saja menghadapi lawan yang sulit," ujar Koubek. "Sudah menjadi kewajiban kita untuk bermain hingga akhir, jadi jelas para pemain kelelahan."