Hong Mentalitas Kesatuan Tim Korsel usai Menang Comeback atas Ceko
Pelatih kepala Korea Selatan, Hong Myung-bo, memuji habis-habisan semangat juang dan persatuan kolektif anak asuhnya setelah skuad Ksatria Taeguk bangkit dari ketertinggalan untuk mengamankan kemenangan dramatis 2-1 atas Republik Ceko dalam laga pembuka Grup A Piala Dunia 2026 pada Kamis waktu setempat.
Kemenangan di Estadio Guadalajara ini menandai kembalinya Hong ke panggung dunia dengan gemilang, sekaligus menempatkan Korea Selatan di posisi menguntungkan mendampingi raksasa grup, Meksiko, dengan raihan tiga poin.
Perjudian Taktis dan Titik Balik Emas
Jalannya pertandingan sempat terlihat menjauh dari kendali Korea Selatan ketika Ceko memecah kebuntuan pada menit ke-59 melalui sundulan bertenaga Ladislav Krejci. Di saat sang kapten andalan, Son Heung-min, mengalami sore yang frustrasi setelah melewatkan beberapa peluang emas di babak pertama, Hong mengambil keputusan yang mengejutkan. Pada menit ke-69, ia menarik keluar sang kapten dan memasukkan penyerang Oh Hyeon-gyu untuk merombak total dinamika lini serang.
Baca juga: Korea Selatan Menang Comeback 2-1 atas Ceko
Perjudian taktis tersebut terbukti menjadi keputusan genius. Beberapa menit sebelumnya, gelandang Feyenoord Hwang In-beom sudah menyamakan kedudukan setelah memanfaatkan umpan matang dari bintang Paris Saint-Germain, Lee Kang-in.
Dengan momentum yang sepenuhnya beralih ke kubu Korea, Oh Hyeon-gyu membayar tuntas kepercayaan sang pelatih pada menit ke-80 dengan merangsek ke lini pertahanan lawan dan melepaskan tembakan penentu kemenangan yang memicu perayaan liar di bangku cadangan Korea Selatan.
Bersatu Sebagai Satu Kesatuan di Bawah Tekanan
Berbicara kepada awak media setelah peluit panjang berbunyi, Hong yang tampak bangga mengungkapkan bahwa fondasi dari kebangkitan dramatis ini telah tertanam jauh sebelum para pemain menginjakkan kaki di rumput Guadalajara. Ia menekankan bahwa instruksi sebelum pertandingannya berfokus sepenuhnya pada ketahanan emosional dan persaudaraan kolektif, alih-alih bergantung pada kehebatan individu semata.
"Sebelum pertandingan, saya memberikan dua pesan sederhana kepada para pemain: jangan menyerah hingga akhir, dan bersatulah sebagai satu kesatuan," ujar Hong. "Baik pemain yang berada di lapangan maupun di bangku cadangan, kami harus bermain sebagai satu tim.”
Baca juga: Son Heung-min Bantah Rumor Pensiun usai Piala Dunia 2026
Hong juga langsung pasang badan untuk melindungi Son Heung-min dari kritik media dengan menegaskan bahwa Son tetaplah pemain terbaik sekaligus pemimpin yang sangat stabil di dalam tim, sehingga tidak adil jika kontribusinya hanya dinilai dari kegagalan memanfaatkan peluang di depan gawang.
"Son adalah pemain terbaik kami dan juga kapten yang sangat stabil. Kami percaya bahwa Son telah melakukan yang terbaik," kata pelatih tersebut, meskipun ia menambahkan bahwa tim harus "meningkatkan" kemampuan mereka dalam menyelesaikan peluang.
Kini, Korea Selatan mengalihkan fokus mereka ke laga akbar melawan tuan rumah Meksiko pada 18 Juni mendatang dalam duel yang diprediksi akan menentukan arah persaingan di Grup A.