Gasperini Akui Mental Roma Runtuh Saat Digilas Inter
Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah timnya luluh lantak di tangan Inter Milan dengan skor telak 5-2 pada Senin dini hari. Meski sempat memberikan perlawanan sengit di babak pertama, Giallorossi seolah kehilangan arah dan hancur lebat di paruh kedua pertandingan.
Kekalahan ini menjadi tamparan keras bagi ambisi Roma yang tengah berjuang mengamankan tiket Liga Champions. Gasperini mengakui bahwa cara timnya kemasukan gol-gol cepat setelah jeda telah menghancurkan aspek psikologis para pemain di lapangan.
Keruntuhan Mental di Babak Kedua
Roma sebenarnya sempat menunjukkan taringnya ketika sundulan Gianluca Mancini menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-40.
Baca juga: Scudetto di Depan Mata usai Inter Gilas Roma 5-2
Namun, gol Hakan Çalhanoğlu tepat sebelum turun minum dan dua gol kilat Inter di awal babak kedua mengubah segalanya bagi tim tamu.
“Tidak mudah kebobolan di beberapa detik pertama, tetapi setelah itu saya melihat Roma bermain bagus, meskipun tertinggal di babak pertama benar-benar pukulan telak bagi moral,” kata Gasperini kepada DAZN Italia.
“Gol ketiga khususnya membuat kami kehilangan semangat, dan sejak saat itu kami benar-benar kesulitan.”
Gasperini menyayangkan hilangnya konsentrasi lini pertahanan yang digalang Mancini dan Devyne Rensch saat menghadapi gempuran Marcus Thuram dan Lautaro Martinez.
“Tidak diragukan lagi, Mancini adalah pemain yang sangat penting bagi kami. Ketika kami memiliki skuad yang lengkap, kami jauh lebih kompetitif, tetapi saat ini kami kehilangan beberapa pemain,” tambah Gasperini.
“Saya melihat Roma bermain bagus di babak pertama, hasil akhir membuat semuanya terlihat jauh lebih buruk, tetapi harus diakui pertandingan sudah berakhir pada gol ketiga dan kita harus memberikan pujian kepada tim Inter yang sangat kuat.”
Menolak Menyerah
Meski menderita kekalahan memalukan, Gasperini menegaskan bahwa musim Roma belum berakhir. Kekalahan ini memang membuat jarak dengan zona empat besar melebar menjadi empat poin, namun sang pelatih veteran tetap optimis bahwa timnya masih memiliki peluang untuk kembali ke kompetisi elit Eropa musim depan.
Baca juga: Chivu Ungkap Rahasia Inter Permalukan AS Roma
Saat ini, Roma masih tertahan di peringkat kelima, terpaut empat poin dari Juventus yang menempati posisi terakhir zona Liga Champions. Dengan tujuh laga tersisa di Serie A musim 2025-26, Gasperini menuntut reaksi instan dari anak asuhnya.
Malam ini kami salah langkah di babak kedua, moral tim benar-benar menurun, Anda bisa kalah dari Inter di San Siro, tetapi tidak dengan skor seperti ini. Sekarang kami memiliki dua pertandingan kandang dan berharap mendapatkan hasil yang baik,” tegasnya.
“Ini sulit bagi kami, sulit bagi Juventus, Como, dan Atalanta, semua tim bersaing untuk satu tempat. Kami sedikit tertinggal saat ini, tetapi kami akan melakukan segala yang mungkin untuk mengejar ketertinggalan, itu sudah pasti,” pungkas Gasperini.
Roma dijadwalkan akan menjamu Pisa pada akhir pekan depan, sebuah laga yang kini menjadi wajib menang jika mereka ingin menjaga mimpi Liga Champions tetap hidup. Bagi Gasperini, tantangan terbesarnya adalah membuktikan bahwa kekalahan di San Siro hanyalah sebuah kecelakaan taktis, bukan cerminan dari kapasitas timnya yang sebenarnya.