Arteta Kecewa Berat Setelah Arsenal Tersingkir dari Piala FA
Mikel Arteta tidak mampu menyembunyikan rasa kecewanya setelah Arsenal secara mengejutkan tersingkir dari Piala FA 2025/26. Pemimpin klasemen Premier League tersebut harus bertekuk lutut di tangan tim kasta kedua, Southampton, dengan skor 2-1 dalam laga perempat final yang berlangsung di St Mary’s Stadium, Sabtu malam.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi The Gunners yang baru saja kehilangan peluang meraih trofi di final Carabao Cup dua pekan lalu. Harapan untuk meraih treble domestik kini sirna, menyisakan Premier League dan Liga Champions sebagai target yang tersisa bagi armada Arteta.
Rapuhnya Lini Pertahanan Menjadi Sorotan
Dalam sesi konferensi pers usai laga, Arteta menyoroti buruknya koordinasi lini belakang sebagai faktor utama kegagalan timnya. Meskipun Arsenal mendominasi penguasaan bola hingga 64%, mereka justru rentan terhadap serangan balik cepat yang diperagakan oleh The Saints.
Baca juga: Zubimendi Jadi Pemain Ke-10 Arsenal yang Pulang dari Jeda Internasional
Gol pembuka Ross Stewart di babak pertama bermula dari kesalahan Ben White dalam mengantisipasi umpan silang James Bree. Meski sempat menyamakan kedudukan melalui pemain pengganti Viktor Gyökeres pada menit ke-68, Arsenal kembali kebobolan lima menit menjelang bubaran lewat penyelesaian tenang Shea Charles.
“Kami sangat kecewa dengan cara kami kehilangan kesempatan untuk kembali ke Wembley. Saya pikir kami kembali memiliki banyak periode dominasi dari sisi kami ketika kami menciptakan peluang dan situasi - kami tidak cukup memanfaatkannya,” kata Arteta.
“Dan ketika Anda bertahan di dalam dan sekitar kotak penalti dan langsung seperti yang kami lakukan hari ini, Anda akan menempatkan diri Anda dalam posisi yang sangat sulit. Mereka memanfaatkan itu, dan itulah alasan mengapa kami tersingkir.”
Badai Cedera dan Rotasi Pemain
Keputusan Arteta untuk melakukan tujuh perubahan dari skuat yang kalah di final Carabao Cup tampaknya menjadi bumerang. Nama-nama besar seperti Bukayo Saka dan Declan Rice absen, sementara William Saliba dan Martin Zubimendi baru dimasukkan dari bangku cadangan.
Kondisi semakin memburuk bagi Arsenal setelah bek tengah andalan mereka, Gabriel Magalhães, harus ditarik keluar karena cedera lutut di babak kedua. Arteta mengakui bahwa kehilangan Gabriel merupakan kerugian besar yang mengganggu ritme pertahanan tim di sisa pertandingan.
Baca juga: Usai Absen Panjang, Havertz Siap Kejar Treble dan Sukses di Piala Dunia
Seruan untuk Bangkit
Meskipun kecewa, manajer asal Spanyol itu enggan menyalahkan para pemainnya secara terbuka. Ia justru meminta seluruh anggota tim untuk melakukan introspeksi diri sebelum menghadapi jadwal padat di bulan April.
"Saya mencintai para pemain saya dan saya akan membela mereka lebih dari sebelumnya. Namun, sekarang adalah saatnya bagi kami untuk berkaca di depan cermin," tegas Arteta. "Kami harus menerima situasi ini dan segera mengalihkan fokus ke Portugal untuk menghadapi Sporting CP di Liga Champions."
Kekalahan ini menandai pertama kalinya Arsenal menelan kekalahan berturut-turut di semua kompetisi musim ini. Dengan Manchester City yang terus menguntit di liga, Arteta kini dihadapkan pada tugas berat untuk memastikan guncangan di Piala FA ini tidak merembet ke kampanye mereka di Premier League yang tinggal menyisakan tujuh pertandingan lagi.