Pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman, tidak mencari kambing hitam usai timnya menelan kekalahan telak 0-3 dari Vietnam pada laga lanjutan ASEAN Championship 2026 di Stadion Pakansari, Bogor, Senin malam. Juru taktik asal Inggris itu memasang badan dan menegaskan dirinya bertanggung jawab penuh atas hasil buruk yang mengancam peluang kelolosan Skuad Garuda ke babak semifinal.

Tampil di hadapan puluhan ribu pendukung sendiri, Indonesia dibuat terhenyak oleh dua gol cepat Vietnam dalam kurun waktu 15 menit awal pertandingan, sebelum gol ketiga pada babak kedua mengunci kemenangan sempurna bagi tim tamu besutan Kim Sang-sik. Hasil ini memaksa Indonesia tertahan di peringkat ketiga Grup A dengan koleksi enam poin, berada di belakang Vietnam dan Singapura.

Soroti Kelengahan Lini Belakang

Dalam sesi konferensi pers usai laga, Herdman memberikan evaluasi jujur dan terbuka mengenai kegagalan timnya meredam permainan disiplin sang lawan.

“Indonesia adalah tempat yang sulit bagi tim mana pun untuk dikunjungi dan menang, jadi pujian untuk mereka,” kata Herdman tentang Vietnam. “Mereka pantas mendapatkan tiga poin malam ini. Kita harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi karena performa kita tidak cukup baik.

Baca juga: ASEAN Championship: Vietnam Menang Telak 3-0 atas Indonesia

“Secara taktik, Vietnam lebih baik, dan sebagai pelatih, saya harus belajar dengan cepat. Pertandingan kita selanjutnya melawan Singapura akan segera tiba, jadi kita harus kalah, belajar, dan terus maju. Kita akan merasa frustrasi dan marah untuk sementara waktu, tetapi sekarang kita harus memfokuskan kembali tim.”

Pelatih berusia 50 tahun itu menyoroti kerapuhan organisasi pertahanan timnya pada awal laga yang langsung dimanfaatkan dengan dingin oleh Vietnam lewat gol Nguyễn Văn Vĩ pada menit ke-6 dan Nguyễn Hai Long di menit ke-14.

"Gol pertama kami kebobolan terlalu mudah dalam 15 menit pertama. Kami ingin menyerang tetapi perlu melakukan transisi yang lebih baik dan mengontrol permainan dengan lebih efektif. Kami harus meningkatkan kemampuan baik secara taktik maupun mental. Masih ada satu pertandingan tersisa, jadi kami masih memiliki satu kesempatan," tambah Herdman.

Minta Maaf dan Laga Penentu Lawan Singapura 

Peta persaingan Grup A kini kian memanas. Dengan Vietnam memuncaki klasemen dan Singapura menempati urutan kedua dengan sama-sama meraih 7 poin, Indonesia tidak memiliki pilihan lain kecuali meraih tiga poin penuh saat melakoni laga pamungkas bertandang ke Stadion Jalan Besar untuk menghadapi Singapura pada Jumat mendatang.

Kendati terpukul oleh hasil buruk di Pakansari, Herdman optimistis anak asuhnya mampu bangkit dan mengalihkan kekecewaan menjadi motivasi besar di laga penentu.

Baca juga: Indonesia Kalah 0-1 dari Bulgaria di Final FIFA Series 2026

“Kami masih berjuang, dan para pendukung kami masih bersama kami,” tegas Herdman. “Kami akan berangkat ke Singapura dengan pola pikir yang sangat jelas: kami harus memenangkan pertandingan.

“Ini adalah pertandingan babak grup. Ini bukan situasi yang kami inginkan, tetapi ini adalah situasi yang telah diberikan kepada kami, dan kami akan menghadapi pertandingan berikutnya dengan segenap kemampuan kami.

“Saya juga ingin meminta maaf kepada para pendukung malam ini. Mereka benar-benar luar biasa dan tetap bersama kami hingga akhir.”

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!