Roma Makin Dekat ke Empat Besar usai Menang Dramatis di Kandang Parma
AS Roma menjaga asa mereka untuk lolos ke Liga Champions tetap hidup dengan cara yang paling dramatis pada Minggu malam. Giallorossi berhasil mengamankan kemenangan dramatis 3-2 atas Parma dalam laga yang akan dikenang karena akhir pertandingannya yang melampaui angka seratus menit.
Eksekusi penalti Donyell Malen pada menit ke-101 menutup rangkaian peristiwa luar biasa yang memperlihatkan Roma membalikkan keadaan dari ketertinggalan 2-1 di menit-menit akhir menjadi kemenangan vital. Hasil ini membawa skuat asuhan Gian Piero Gasperini kembali ke jalur persaingan ketat menuju kompetisi elite Eropa.
Malen Buka Keunggulan
Roma tiba di Emilia-Romagna dengan misi wajib menang setelah Juventus mengalahkan Lecce di akhir pekan. Giallorossi memulai laga dengan meyakinkan dan memecah kebuntuan pada menit ke-22. Donyell Malen, yang terus merepotkan lini belakang Parma, menyambut umpan terobosan cerdik dari Paulo Dybala untuk menaklukkan kiper Zion Suzuki.
Baca juga: Hancurkan Fiorentina 4-0, Roma Pepet Empat Besar
Tim tamu tampak memegang kendali penuh di sisa babak pertama, dengan Matias Soulé yang sempat membentur tiang gawang dan Manu Koné yang mendominasi lini tengah.
Kebangkitan I Ducali
Namun, alur cerita berubah total setelah turun minum. Hanya dua menit memasuki babak kedua, Gabriel Strefezza memanfaatkan kelengahan di lini belakang Roma dan melepaskan tembakan akurat ke pojok bawah gawang untuk menyamakan kedudukan.
Stadion Tardini bergemuruh pada menit ke-87 saat Parma tampak akan mengamankan tiga poin. Mandela Keita melakukan kerja sama apik dengan Christian Ordóñez sebelum melepaskan tendangan keras yang melewati kerumunan pemain untuk mengubah skor menjadi 2-1. Untuk sesaat, musim Roma tampak berada di ambang kehancuran.
Kegilaan di Masa Injury Time
Apa yang terjadi selanjutnya adalah teater murni Serie A selama sepuluh menit. Jauh di masa tambahan waktu, pemain pengganti Devyne Rensch menjadi pahlawan tak terduga setelah menyambar bola liar hasil sepak pojok untuk menyamakan skor di menit ke-95.
Baca juga: Roma dan Atalanta Berbagi Poin dalam Duel Perebutan Zona Liga Champions
Drama ternyata belum usai. Di detik-detik terakhir pertandingan, kemelut di depan gawang memicu peninjauan VAR atas dugaan pelanggaran pemain Parma, Sascha Britschgi. Setelah pengecekan panjang yang membuat waktu melewati menit ke-100, wasit menunjuk titik putih dan memberikan kartu kuning kedua untuk Britschgi.
Di bawah tekanan hebat, Donyell Malen maju sebagai eksekutor pada menit ke-101 dan dengan tenang mencetak gol, memicu perayaan liar di bangku cadangan Roma.
Hasil ini membuat Roma bertahan di peringkat kelima, jumlah yang sama dengan AC Milan di posisi keempat, dan satu poin dari Juventus di posisi ketiga, saat musim menyisakan dua pekan lagi. Bagi Parma, ini adalah upaya berani yang berakhir menyakitkan, meski posisi mereka di kasta tertinggi sudah dipastikan aman.