Nottingham Forest meraih kemenangan meyakinkan, menghancurkan Tottenham Hotspur dengan skor telak 3-0 di The City Ground dalam lanjutan Pekan ke-16 Premier League, Minggu (14/12/2025). Kemenangan luar biasa ini, yang diwarnai dengan dua gol dari Callum Hudson-Odoi dan sebuah gol spektakuler dari Ibrahim Sangaré, mengangkat tim asuhan Sean Dyche lima poin dari zona degradasi dan membuat skuat Thomas Frank terperosok dalam kekecewaan.

Tottenham, yang datang dengan harapan melanjutkan momentum setelah kemenangan Eropa, malah menunjukkan performa yang datar, lemah, dan dipenuhi kesalahan fatal di lini belakang, terutama yang melibatkan kiper Guglielmo Vicario dan Archie Gray.

Blunder Spurs, Pesta Hudson-Odoi

Forest, yang sejak awal menunjukkan intensitas tinggi yang menjadi ciri khas tim Dyche, hampir unggul cepat di menit ke-4 ketika sundulan Ibrahim Sangaré membentur tiang gawang, disusul tembakan Neco Williams yang masih mampu diselamatkan oleh Guglielmo Vicario.

Dominasi tekanan Forest akhirnya membuahkan hasil di menit ke-28, berkat sebuah bencana pertahanan dari Tottenham. Vicario, di bawah tekanan, memberikan umpan pendek yang buruk kepada bek muda Archie Gray. Bola segera dicuri oleh Ibrahim Sangaré di tepi kotak penalti. Alih-alih menembak, Sangaré dengan murah hati mengoper bola ke Callum Hudson-Odoi yang berdiri bebas untuk menceploskan bola ke gawang yang kosong. Skor 1-0.

Baca juga: Utrecht 1-2 Nottingham Forest: Gol Telat Forest Jaga Asa Tembus 8 Besar

Gol tersebut menambah kepercayaan diri The Tricky Trees, sementara Spurs kesulitan merespons. Satu-satunya tembakan tepat sasaran Tottenham di babak pertama adalah upaya dari Gray sendiri, yang mencoba menebus kesalahannya, namun berhasil diamankan. Babak pertama berakhir dengan keunggulan pantas 1-0 untuk tuan rumah.

Magis dan Rudal Jarak Jauh

Lima menit setelah jeda, Nottingham Forest menggandakan keunggulan, dan lagi-lagi, itu datang dari kesalahan dari Vicario.

Pada menit ke-50, Callum Hudson-Odoi menerima bola di sayap kiri dan melepaskan tembakan melengkung yang tampak seperti umpan silang berbahaya ke tiang jauh. Namun, Vicario yang salah perhitungan dalam menilai laju dan putaran bola, hanya bisa melihat bola melayang di atas kepalanya dan bersarang di sudut jauh gawang. Sebuah gol yang aneh namun mematikan, mengubah skor menjadi 2-0.

Pelatih Spurs, Thomas Frank, segera bereaksi dengan memasukkan tiga pemain pengganti, termasuk Lucas Bergvall dan João Palhinha. Perubahan ini gagal menghasilkan dampak. Permainan Tottenham tetap statis dan sporadis, dengan bintang seperti Xavi Simons dan Richarlison tidak mampu memengaruhi jalannya laga.

Baca juga: Dua Penalti dan Gol Bunuh Diri Bawa Tottenham Libas Slavia Praha 3-0

Kekalahan Spurs akhirnya dikunci pada menit ke-79 dengan gol yang paling berkelas malam itu. Hudson-Odoi membalas assist Sangaré dengan mengoper bola ke gelandang Pantai Gading itu di luar kotak penalti pada menit ke-79. Tanpa mengontrol bola, Ibrahim Sangaré melepaskan tendangan keras dan memukau, bola meluncur deras menghantam tiang sebelum masuk ke gawang. Sebuah penyelesaian sensasional yang menegaskan keunggulan 3-0.

Krisis Identitas The Lilywhites

Kemenangan ini adalah penegasan luar biasa atas pekerjaan yang dilakukan Sean Dyche, yang kini telah memimpin Forest meraih enam kemenangan dari delapan pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi. Duet Hudson-Odoi dan Sangaré, yang terlibat dalam ketiga gol, tampil bintang dan menjadi penentu kemenangan. Sangaré, yang akan segera meninggalkan tim untuk Piala Afrika, memberikan perpisahan yang manis.

Sebaliknya, ini adalah kekalahan yang memalukan bagi Tottenham. Dengan hanya satu kemenangan dari tujuh pertandingan liga terakhir, skuat asuhan Thomas Frank menunjukkan inkonsistensi yang mengkhawatirkan. 

Hanya mengumpulkan 22 poin dari 16 pertandingan, ini adalah perolehan poin terendah Spurs pada tahap musim ini sejak 2008-09, satu poin lebih buruk dari musim lalu saat mengakhiri musim di posisi ke-17, membuat mereka terdampar di peringkat ke-11 klasemen. Lesunya lini depan, kesalahan individu yang berulang, terutama di lini belakang, menjadi masalah terbesar yang harus segera diatasi Frank.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!