Kembalinya Thomas Frank ke Gtech Community Stadium pada hari Tahun Baru tidak menyajikan kembang api yang diharapkan oleh para pendukung Tottenham yang bertandang. Sebaliknya, skuad Brentford yang tangguh di bawah asuhan Keith Andrews berhasil membuat tim tamu frustrasi, memaksakan hasil imbang 0-0 yang membuat Spurs tetap tertahan di papan tengah klasemen Premier League.

Narasi sore itu sepenuhnya terpusat di pinggir lapangan. Frank, sosok yang mengubah Brentford dari tim Championship menjadi penghuni tetap kasta tertinggi selama tujuh tahun, disambut dengan standing ovation hangat dari pendukung tuan rumah. Namun, begitu peluit dibunyikan, sentimen tersebut menguap, digantikan oleh pertarungan taktis yang alot di mana The Bees justru sering terlihat sebagai unit yang lebih padu.

Ancaman Dini dan Disiplin Pertahanan

Brentford hampir saja merusak atmosfer perayaan pada menit kelima. Kevin Schade menyambar bola liar di depan gawang menyusul kemelut dari sepak pojok Vitaly Janelt, namun selebrasi tersebut terhenti oleh bendera offside. Itu adalah tembakan peringatan yang gagal diantisipasi dengan baik oleh Spurs, yang tampil tanpa beberapa pemain kunci karena cedera dan tugas di Piala Afrika (AFCON).

Lini tengah Tottenham, yang menampilkan duet darurat Rodrigo Bentancur dan João Palhinha, tampak kesulitan mendikte tempo permainan. Archie Gray, yang didorong ke peran lebih menyerang, sempat melepaskan sundulan di babak pertama yang diblok oleh Nathan Collins, sementara Richarlison kesulitan mendapatkan suplai bola akibat kawalan ketat barisan belakang Brentford yang dipimpin Kristoffer Ajer.

Baca juga: Gray Cetak Gol Perdana Saat Tottenham Bungkam Palace di Selhurst Park

Ketegangan di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, kepercayaan diri Brentford justru meningkat. Janelt memaksa Guglielmo Vicario melakukan penyelamatan gemilang; tepisan ujung jarinya terhadap sundulan yang mengarah ke pojok gawang menjaga skor tetap kacamata. Di sisi lain, Spurs sempat menuntut penalti saat Gray terjatuh dalam duel dengan Collins dan Schade, namun VAR memperkuat keputusan wasit Andrew Madley untuk melanjutkan laga.

Momen paling kontroversial terjadi pada menit ke-56. Cristian Romero, yang baru kembali usai suspensi, terlihat menjatuhkan Igor Thiago saat sang striker berusaha lolos sendirian. 

Meski ada protes keras dari tribun tuan rumah dan Keith Andrews di bangku cadangan yang meminta kartu merah, wasit bergeming, sebuah keputusan yang bisa dibilang menyelamatkan Spurs dari awal tahun 2026 yang lebih buruk.

Baca juga: Dikecam Slot Bikin Isak Cedera, Frank Pasang Badan untuk Van de Ven

Skuad dalam Masa Transisi

Absennya Brennan Johnson, yang dikabarkan semakin dekat dengan kepindahan senilai £35 juta ke Crystal Palace, sangat terasa dalam tumpulnya penyelesaian akhir Tottenham. 

Masuknya Mathys Tel dan Randal Kolo Muani di menit-menit akhir gagal memecah kebuntuan, di mana klub London Utara tersebut mengakhiri pertandingan dengan hanya mencatatkan tiga tembakan tepat sasaran.

Bagi Keith Andrews dan Brentford, satu poin ini merupakan simbol stabilitas. Mereka tetap berada di peringkat kesembilan, unggul satu poin di atas Tottenham yang tertahan di posisi ke-12. Bagi Thomas Frank, kepulangan ke bekas markasnya ini menjadi pengingat akan budaya yang ia bangun di sana, budaya yang saat ini masih coba ia tanamkan dengan susah payah di skuad Spurs yang baru.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!