Bungkam Benfica 2-1, Vinícius Segel Tiket Real Madrid ke 16 Besar
Meski sempat dikejutkan oleh gol cepat, Real Madrid berhasil bangkit dan menundukkan Benfica dengan skor 2-1 pada leg kedua babak knockout playoff Liga Champions, Kamis dini hari WIB. Hasil ini memastikan langkah Los Blancos ke babak 16 besar dengan keunggulan agregat 3-1.
Laga ini menjadi pembuktian mentalitas juara di bawah asuhan Álvaro Arbeloa, di tengah pekan yang penuh tekanan bagi sang bintang, Vinícius Júnior.
Kejutaan Awal di Madrid
Stadion sempat terdiam pada menit ke-14. Sebuah serangan balik kilat dari Benfica diakhiri dengan umpan silang mendatar Vangelis Pavlidis yang salah diantisipasi oleh Raúl Asencio.
Baca juga: Arbeloa dan Courtois Desak UEFA Tindak Tegas Pelaku Rasisme
Bola liar di depan gawang segera disambar oleh Rafa Silva untuk membobol gawang Thibaut Courtois. Skor 1-0 untuk Benfica membuat agregat menjadi imbang 1-1 dan menghidupkan asa tim asuhan José Mourinho, yang malam ini terpaksa absen mendampingi tim karena hukuman suspensi.
Respons Kilat Madrid
Keunggulan Benfica hanya bertahan selama dua menit. Terpancing oleh gol tersebut, Madrid langsung membalas lewat skema serangan yang rapi.
Federico Valverde melepaskan umpan tarik cerdas yang disambut dengan tendangan melengkung sempurna oleh Aurélien Tchouaméni dari tepi kotak penalti. Gol balasan cepat ini seolah meruntuhkan momentum yang baru saja dibangun tim tamu.
Madrid sempat berpikir telah membalikkan keadaan sebelum jeda ketika Arda Güler mencetak gol, namun VAR menganulir upaya tersebut karena Gonzalo García sudah lebih dulu terjebak offside.
Baca juga: Benfica Tak Bergantung pada Individu, Tralhao Tutup Mulut Terkait Skorsing Prestianni
Vinícius Jr dan Tarian Kemenangan
Babak kedua berjalan lebih alot dengan Benfica yang beberapa kali mengancam lewat aksi Richard Rios.
Namun, nasib Benfica akhirnya tersegel pada menit ke-80. Berawal dari bola liar yang dimenangi Valverde, ia melepaskan umpan terobosan akurat kepada Vinícius Júnior.
Pemain nomor 7 itu melakukan apa yang paling ia kuasai, berlari kencang, mengecoh kiper Anatoliy Trubin, dan menceploskan bola ke sudut jauh gawang.
Vinícius merayakannya dengan tarian khas di pojok lapangan, sebuah jawaban elegan setelah pekan yang berat akibat insiden rasisme yang melibatkannya di leg pertama.
Laga sempat terhenti cukup lama karena cedera serius yang dialami Raúl Asencio setelah bertabrakan dengan rekan setimnya sendiri, Eduardo Camavinga, yang memaksanya harus ditandu keluar lapangan.
Real Madrid kini menanti calon lawan mereka di babak 16 besar, di mana raksasa seperti Manchester City atau Sporting CP sudah menunggu dalam undian yang akan digelar hari Jumat ini.