Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Gelandang andalan Belgia, Kevin De Bruyne, secara resmi mengakhiri spekulasi mengenai masa depannya di kancah internasional. Pemain berusia 35 tahun itu mengonfirmasi akan terus mengenakan seragam Red Devils selama masih memiliki motivasi dan kondisi fisik yang prima, sekaligus menegaskan bahwa ia sama sekali tidak pernah mempertimbangkan untuk gantung sepatu dari tim nasional usai gelaran Piala Dunia.
Pernyataan ini menempatkan De Bruyne sebagai pilar senior terakhir dari fondasi "Generasi Emas" Belgia yang masih bertahan. Saat gelombang pensiun menghampiri rekan-rekan seangkatannya, seperti Axel Witsel yang resmi mundur serta Thibaut Courtois yang absen dari agenda Nations League, De Bruyne justru merasa tertantang untuk memimpin babak baru sepak bola negaranya.
De Bruyne, yang kini mencatatkan 124 penampilan bersama timnas sejak debutnya pada 2010, mengungkapkan bahwa keputusannya bertahan dipengaruhi oleh dukungan dari rekan-rekan setimnya, terutama para pemain muda.
Selain merasa fit secara fisik usai tampil rutin bersama Napoli di Serie A, ia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk membimbing generasi penerus.
Baca juga: De Bruyne Bantah Usaha Hengkang dari Napoli dan Tanggapi Start Sulit Allegri
"Tidak, pensiun sama sekali tidak pernah menjadi isu bagi saya. Pelatih sempat bertanya apa yang ingin saya lakukan, dan perasaan saya setelah Piala Dunia adalah saya sangat menikmatinya. Banyak pemain muda yang meminta saya untuk tetap bertahan,” kata De Bruyne.
“Saya merasa sehat secara fisik dan masih ingin bermain. Itu motivasi terpenting. Selama saya masih memiliki motivasi tersebut, mengapa saya tidak melanjutkannya?"
Komitmen De Bruyne bertepatan dengan dimulainya era baru Timnas Belgia di bawah komando pelatih anyar, Mark van Bommel. Belgia bersiap melakoni rangkaian laga krusial UEFA Nations League menghadapi Italia di Roma, dilanjutkan dengan pertarungan sengit melawan Prancis dan Turki.
Baca juga: Tanpa Ragu Terima Pinangan Belgia, Van Bommel Abaikan Peluang Tangani Belanda
De Bruyne mengaku terkesan dengan pendekatan langsung yang diusung van Bommel dan menyukai karakter sang pelatih yang blak-blakan. Meski mengisyaratkan bahwa dua tahun ke depan menuju Euro 2028 kemungkinan menjadi periode pamungkas karier internasionalnya, De Bruyne tetap membuka semua pintu kemungkinan selama tubuhnya masih sanggup bersaing di level tertinggi.
"Tipikal orang Belanda, sangat lugas dalam bersikap. Saya menyukainya; seseorang yang bicara apa adanya,” ujarnya.
"Sekarang kami harus berusaha mengawali musim dengan baik, dan setelah empat pertandingan, kami akan tahu apa yang bisa kami capai.”
Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!