Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Bintang sekaligus kapten tim nasional Portugal, Cristiano Ronaldo, mengonfirmasi bahwa dirinya sempat mempertimbangkan untuk gantung sepatu dari panggung internasional usai tersingkirnya A Seleção di babak 16 besar Piala Dunia. Namun, penyerang berusia 41 tahun tersebut membatalkan niatnya setelah meyakini bahwa dirinya masih sanggup mempersembahkan kejayaan bagi negaranya sekaligus mengejar 1.000 gol dalam kariernya.
Isu pensiunnya sang megabintang menguat lantaran ia sempat mengisyaratkan turnamen di Amerika Utara tersebut sebagai panggung Piala Dunia terakhirnya. Kendati demikian, diskusi mendalam bersama jajaran pimpinan federasi sepak bola Portugal dan pelatih anyar Jorge Jesus berhasil meyakinkan Ronaldo untuk terus memimpin generasi muda Portugal.
Dalam konferensi pers menjelang laga pembuka UEFA Nations League melawan Wales di Lisbon, Ronaldo mengungkapkan proses pemikiran yang membawanya kembali mengenakan seragam kebanggaan nomor 7.
Ia menegaskan bahwa setiap keputusan dalam kariernya diambil berdasarkan pertimbangan matang.
"Ya, saya sempat memikirkannya. Tentu saja saya selalu memikirkan keputusan saya, masa depan saya, dan juga masa kini. Saya seorang pemikir, Anda harus berpikir,” kata Ronaldo
Baca juga: Ronaldo Desak Sanksi Seumur Hidup Usai Neves Diejek Lewat Tragedi Jota
“Saya telah berdiskusi dengan presiden federasi dan pelatih kami. Saya masih percaya bahwa saya mampu membantu tim nasional mencapai apa yang mereka inginkan. Saya rasa saya bisa memberikan dukungan kepada tim nasional, tidak hanya lewat gol-gol, tetapi juga di luar sepak bola."
Penunjukan Jorge Jesus, yang pernah melatih Ronaldo di Al-Nassr, sebagai juru taktik anyar Portugal menggantikan Roberto Martínez turut memberikan dorongan moral bagi sang veteran untuk tetap menjadi pilar utama tim.
Pemain yang kini telah mengumpulkan 979 gol karier, terdiri dari 833 gol di tingkat klub dan 146 gol bersama Portugal, hanya berjarak 21 gol dari angka legendaris 1.000 gol.
Ronaldo menegaskan bahwa target pribadi tersebut berjalan selaras dengan ambisinya membawa Portugal merengkuh gelar UEFA Nations League untuk ketiga kalinya.
Ronaldo menepis anggapan bahwa keputusannya bertahan semata-mata didorong oleh rasa haus akan rekor pribadi. Menurutnya, peran di dalam maupun di luar lapangan untuk membimbing barisan talenta muda Portugal merupakan prioritas utama yang membuatnya tetap bersemangat bertanding.
Baca juga: Isyaratkan Pensiun, Ronaldo Sebut Musim Ini 'Mungkin' Jadi yang Terakhir
"Kedua tujuan itu sama pentingnya. Mencetak seribu gol, ya, dan juga tim nasional. Memenangkan Nations League. kompetisinya dimulai besok. ini adalah era baru,” tegasnya.
Ronaldo mengatakan bahwa membantu talenta-talenta muda negaranya juga menjadi faktor kunci dalam keputusannya untuk terus membela Portugal.
Sejumlah talenta muda, termasuk Fabio Silva, Renato Veiga, Nuno Mendes, Joao Neves, dan Francisco Conceicao, masuk dalam skuad Portugal untuk jeda internasional kali ini.
"Ini adalah generasi muda yang baru. Namun bagi saya, hal yang paling mendasar adalah berada di lapangan untuk mencetak gol dan membantu tim memenangkan pertandingan," ujarnya.
"Bagi saya, yang terpenting adalah saya tahu siapa diri saya. Saya tahu apa yang telah saya lakukan untuk bisa berada di titik ini dan meraih kesuksesan yang saya miliki.
"Saya tahu mengapa anak-anak muda mengidolakan Cristiano; karena mereka melihat saya sebagai panutan, dan saya akan terus menjadi sosok seperti itu. Bahkan saat saya sudah pensiun nanti... dalam 10 tahun lagi!
"Saya bahagia dengan diri saya sendiri. Tidak masalah apakah saya bermain besok atau beristirahat di pertandingan berikutnya. Bagi saya, yang terpenting adalah saya merasa dalam kondisi yang baik."
Dengan komitmen penuh dari sang kapten, Portugal bersiap memulai babak baru di bawah arahan Jorge Jesus, mengombinasikan pengalaman kepemimpinan Ronaldo dengan energi dinamis para pemain muda untuk mempertahankan dominasi mereka di Eropa.