Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) resmi membuka penyelidikan disipliner terhadap Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) serta para pemainnya menyusul aksi pembentangan spanduk kontroversial mengenai Kepulauan Falkland. Aksi tersebut terjadi saat perayaan kemenangan tim nasional Argentina atas Inggris pada babak semifinal Piala Dunia 2026 di Atlanta.
Sesaat setelah membungkus kemenangan drama 2-1 atas skuad asuhan Thomas Tuchel, sejumlah pilar Selección membentangkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas Son Argentinas" (Kepulauan Falkland adalah milik Argentina) di hadapan puluhan ribu penonton di Stadion Atlanta.
Komite Disiplin FIFA menilai tindakan tersebut sebagai potensi pelanggaran berat terhadap Kode Disiplin yang secara tegas melarang segala bentuk demonstrasi, pesan politik, maupun aksi non-olahraga di dalam arena pertandingan.
Insiden di Atlanta kembali menyulut isu kedaulatan atas kepulauan di Samudra Atlantik Selatan tersebut, yang secara administratif berada di bawah kekuasaan Inggris sejak 1833 namun terus diklaim oleh Argentina. Sengketa historis ini pernah memicu konflik bersenjata pada tahun 1982 yang menelan ratusan korban jiwa dari kedua belah pihak.
Baca juga: Roberto Ayala Minta Maaf Atas Keributan dengan Dani Olmo di Final Piala Dunia
Reaksi diplomatik pun bergulir cepat di kedua sisi Samudra Atlantik. Kantor Perdana Menteri Inggris menyatakan ketegasan mereka terkait status kepulauan tersebut. Sebaliknya, Presiden Argentina Javier Milei membela tindakan para pemainnya dengan menyebut gestur tersebut sebagai ekspresi perlawanan yang sah dan cerminan perasaan seluruh rakyat Argentina.
Ini bukan kali pertama AFA berurusan dengan FIFA terkait isu Malvinas. Pada edisi 2014, FIFA pernah menjatuhkan denda sebesar 20.000 poundsterling setelah skuad Argentina membentangkan banner serupa dalam laga persahabatan melawan Slovenia di La Plata.
Kasus banner Falkland ini hanyalah satu dari sekian daftar pelanggaran yang dituduhkan kepada pihak Argentina sepanjang gelaran turnamen di Amerika Utara. FIFA mengonfirmasi bahwa AFA juga diselidiki atas tuduhan nyanyian dan gestur diskriminatif, keterlambatan kick-off, kegagalan mematuhi protokol keamanan, hingga pelemparan benda-benda ke lapangan oleh para suporter.
Baca juga: FIFA Usut Kerusuhan Final Piala Dunia, Pemain Argentina Terancam Sanksi Berat
Selain itu, investigasi terpisah turut dibuka terhadap beberapa pemain seperti Leandro Paredes, Nahuel Molina, Thiago Almada, serta asisten pelatih Roberto Ayala atas insiden keributan yang pecah usai laga final melawan Spanyol di New Jersey.
FIFA menyatakan telah memberikan kesempatan bagi AFA dan para pihak terkait untuk menyampaikan pembelaan resmi sebelum Komite Disiplin membuat keputusan akhir mengenai sanksi finansial maupun larangan bertanding.