Allegri Tanggapi Rumor Timnas Italia: "Fokus Saya Hanya AC Milan"
Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, menegaskan komitmennya terhadap klub di tengah spekulasi yang mengaitkan namanya dengan posisi pelatih tim nasional Italia. Dalam konferensi pers menjelang laga krusial melawan Napoli, juru taktik berusia 58 tahun itu menyatakan bahwa pikirannya saat ini sepenuhnya tertuju pada upaya membawa Rossoneri kembali bersaing di level tertinggi Eropa.
Rumor mengenai masa depan Allegri mencuat setelah pengunduran diri Gennaro Gattuso pada Jumat lalu, menyusul kegagalan Azzurri melangkah ke Piala Dunia 2026. Sebagai salah satu pelatih tersukses di Italia, nama Allegri langsung muncul sebagai kandidat favorit bersama Antonio Conte untuk memulai restrukturisasi di skuad nasional.
Fokus dengan Milan
Meskipun namanya santer dibicarakan di koridor FIGC (Federasi Sepak Bola Italia), Allegri memberikan jawaban dingin terkait kemungkinan ia meninggalkan San Siro demi tugas negara.
Ia menekankan bahwa proyek yang ia mulai sejak kembali ke Milan tahun lalu masih jauh dari kata selesai.
"Sebagai orang Italia, saya sangat menyesal atas kegagalan tim nasional lolos ke Piala Dunia,” kata Allegri.
Baca juga: Baresi Tak Jadikan Gattuso Kambing Hitam di Tengah Krisis Italia
“Namun, saya memulai perjalanan tahun lalu dengan Milan. Fokus kami saat ini adalah menyelesaikan musim dengan baik dan mengamankan tiket Liga Champions. Saya belum memikirkan posisi itu sama sekali. Saya merasa baik di sini dan berharap bisa bertahan di Milan untuk waktu yang lama.”
Pernyataan ini sekaligus meredam kekhawatiran para pendukung Milanisti yang khawatir kehilangan sang nakhoda di saat tim sedang dalam tren positif di kompetisi domestik.
Misi Mengamankan Posisi Empat Besar
Saat ini, AC Milan menempati posisi kedua di klasemen Serie A, unggul tipis satu poin dari Napoli yang membayangi di posisi ketiga.
Dengan perburuan gelar juara yang semakin didominasi oleh Inter Milan, fokus utama Allegri adalah memastikan stabilitas tim agar tidak terlempar dari zona Liga Champions di sisa musim 2025-26.
Allegri menyadari bahwa kembalinya Milan ke kompetisi elit Eropa secara reguler adalah prioritas finansial dan prestasi bagi manajemen klub.
"Sudah beberapa tahun sejak saya terakhir kali berpartisipasi di Liga Champions. Jika kami lolos dan saya masih menjadi pelatih Milan, saya harus membiasakan diri lagi dengan atmosfer itu," tambahnya.
Baca juga: Fabio Capello Tuntut Revolusi Total Setelah Italia Gagal Lolos Piala Dunia
Tekanan di Pundak FIGC
Sementara Allegri memilih untuk menjauh dari spekulasi, FIGC kini berada di bawah tekanan besar untuk segera menemukan pengganti Gattuso. Kegagalan mencapai turnamen global untuk ketiga kalinya secara beruntun telah memicu krisis kepercayaan terhadap sistem sepak bola Italia secara keseluruhan.
Dengan Allegri yang menyatakan loyalitasnya kepada Milan, radar federasi kini diyakini beralih sepenuhnya kepada Antonio Conte, yang meski sukses di Napoli, disebut-sebut memiliki ketertarikan untuk kembali menangani tim nasional. Keputusan final mengenai pelatih baru diperkirakan baru akan diambil setelah pemilihan Presiden FIGC yang baru pada akhir Juni mendatang.