Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Denda Kartu Merah Liga 1 - Sepak bola, olahraga yang penuh dengan aksi dan ketegangan, tidak lepas dari kejadian-kejadian yang memicu wasit untuk memberikan hukuman. Salah satu hukuman yang sering kita dengar adalah kartu kuning dan kartu merah.
Bagi pemain, mendapatkan kartu tersebut tidak hanya berisiko membuat mereka harus meninggalkan lapangan, tetapi juga dapat berujung pada denda yang harus dibayar.
Lalu, bagaimana sih mekanisme denda kartu merah Liga 1 dan berapa besaran dendanya? Simak penjelasan lengkap yang YukSports sudah rangkum di bawah ini.
Kartu kuning dan kartu merah adalah dua jenis hukuman yang diberikan wasit kepada pemain yang melakukan pelanggaran di atas lapangan. Kartu kuning biasanya diberikan sebagai peringatan pertama, sementara kartu merah lebih serius dan biasanya mengakibatkan pemain langsung keluar dari lapangan.
Namun, hukuman ini tidak hanya berakhir dengan skorsing atau pengusiran pemain. Di Liga 1 Indonesia, denda juga menjadi bagian dari sanksi yang harus diterima oleh pemain yang mendapatkan kartu kuning atau merah. Besaran denda yang dikenakan berbeda-beda, tergantung pada jenis pelanggaran dan akumulasi kartu yang diterima pemain.
Menurut regulasi BRI Liga 1 2023/2024 yang tercantum dalam Pasal 58, ada beberapa kategori denda yang dikenakan kepada pemain berdasarkan jenis kartu yang diterima. Berikut rinciannya:
Lalu, siapa yang harus membayar denda-denda tersebut? Apakah pemain yang bersangkutan atau klub?
Jawabannya adalah klub yang menaungi pemain tersebut. Dalam regulasi Liga 1, Pasal 57 menyebutkan bahwa klub bertanggung jawab atas tingkah laku dan etika pemain, ofisial, dan orang yang terlibat dalam pertandingan. Artinya, apabila pemain terkena denda akibat pelanggaran yang dilakukannya, maka klub yang harus menanggung biaya tersebut.
Lebih lanjut, Pasal 62 ayat 2 poin (a) menjelaskan bahwa klub memiliki kewajiban finansial untuk membayar denda yang ditetapkan oleh Komite Disiplin PSSI atas pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan pemain dan ofisialnya. Dengan kata lain, meskipun pemain yang melakukan pelanggaran, klub tetap harus bertanggung jawab atas denda yang ditetapkan.
Denda kartu merah Liga 1 adalah salah satu bagian dari sistem hukuman yang diterapkan untuk menjaga ketertiban dan etika dalam sepak bola.
Baik itu kartu kuning atau kartu merah, setiap pelanggaran yang dilakukan pemain akan berujung pada sanksi finansial yang harus ditanggung oleh klub.
Tentu saja, besaran denda ini bergantung pada jenis pelanggaran yang dilakukan, dengan kartu merah langsung menjadi pelanggaran yang paling mahal.
Jadi, baik pemain maupun klub, penting untuk selalu menjaga etika dan disiplin agar terhindar dari denda yang merugikan.
Dengan adanya aturan denda ini, diharapkan para pemain dan klub semakin sadar untuk menjaga fair play dan menghindari pelanggaran yang bisa merugikan tim dan keuangan klub. Jadi, mari kita nantikan pertandingan-pertandingan seru di Liga 1, sambil berharap para pemain bisa lebih disiplin di lapangan!